Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Dorong Lulusan SMK Siap Kerja dan Wirausaha, Bogasari Gelar Program Keahlian Kuliner

Surabaya (beritajatim.com) – Program pengembangan keahlian pada siswa lulusan SMK agar siap kerja di dunia usaha dan dunia industri (DUDI) mendapat dukungan dari PT Indofood Sukses Makmur Tbk Divisi Bogasari. Bahkan, Bogasari juga mendorong lulusan SMK untuk siap menjadi pelaku usaha atau startup.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Bogasari menggandeng SMK Negeri 3 Kota Sukabumi menggelar program pengembangan keahlian kuliner untuk siswa dan guru. Program ini akan berjalan selama tiga tahun.

“Target Bogasari tidak sekadar mempersiapkan lulusan SMK siap kerja yang kompeten di bidang kuliner, tapi juga membantu menciptakan lulusan SMK yang siap berwirausaha di bidang kuliner, khususnya berbasis tepung terigu,” ucap Vice President Human Resources PT Indofood Sukses Makmur Tbk Divisi Bogasari, Anwar Agus.


SMK Negeri 3 Kota Sukabumi berhasil meraih prestasi yang membanggakan. Pada 2022 ini, sekolah ini dinobatkan sebagai Sekolah Penerima Program SMK Pusat Keunggulan (PK).

Kerja sama dengan SMK Negeri 3 Kota Sukabumi iini merupakan satu dari sekian program Corporate Social Responsibility (CSR) Bogasari di sektor pendidikan yang bernama Bogasari Mengajar. Kegiatan CSR lain di sektor pendidikan yang sudah 20 tahun lebih dijalankan Bogasari adalah kesempatan praktik kerja lapangan (PKL) bagi siswa dan mahasiswa, kunjungan industri, penyusunan skripsi S-1, program vokasi SMK, dan kerja sama Teaching Factory.

Bahkan meski di tengah pandemi, sejak Agustus 2020 Bogasari tetap menjalankan program PKL namun baru untuk mahasiswa. Seiring dengan penurunan level PPKM, mulai Oktober 2022 ini program PKL kembali dibuka untuk para siswa SMK.

Terkait kerja sama program SMK PK, Bogasari akan melakukan berbagai transfer pengetahuan melalui kelas mengajar, praktik kerja lapangan atau magang, dan kunjungan industri. Khusus kelas mengajar dengan mendatangkan baker dari Bogasari.

Program ini akan diikuti seluruh siswa SMK Negeri 3 Kota Sukabumi, Jumlah peserta sebanyak 450 siswa mulai dari jenjang kelas X, XI dan XII dengan konsep “Baker Mengajar”.

Kegiatan mengajar yang lainnya juga akan dijalankan di Bogasari Baking Center (BBC), unit pelatihan pengolahan makanan berbasis tepung terigu yang sudah ada sejak tahun 1981. Kegiatan mengajar di BBC ini akan diikuti perwakilan siswa yang punya kemampuan lebih dan siap menularkan ilmu ke para siswa lainnya melalui sistem TOT (Training of Trainer).

Mekanisme dari kegiatan TOT ini adalah pihak SMK yang akan memilih para siswa tersebut kemudian dikirim dari Sukabumi ke Jakarta.

“Pengajaran di kelas BBC ini akan diikuti oleh para siswa selama 2 minggu. Mereka akan belajar lebih detail dan mendalam tentang teori dan praktik kajian ilmu seputar makanan berbasis tepung terigu, Ada paket belajar roti, pastry, mie, jajajan pasar, dan masih banyak lagi. Para siswa ini juga akan mengikuti tes atau ujian setelah selesai kelas guna mendapatkan sertifikat,” papar Anwar.

Senior Vice President Marketing Bogasari, Ivo Ariawan menambahkan selama belajar di BBC, para siswa juga akan berkesempatan mengenal lebih dalam dan menyeluruh alur proses industri tepung terigu Bogasari dari mulai bahan baku sampai pengiriman produk jadi.

Setelah dibekali ilmu teori dan praktik serta pengenalan industri tepung terigu yang lebih mendalam, para siswa akan menjalani pemagangan di UKM mitra Bogasari sekitar 2 bulan. Tujuannya untuk membangun pemahaman dan naluri usaha buat para siswa.

“Apalagi banyak UKM mitra Bogasari di daerah yang seringkali kesulitan mendapatkan tenaga kerja lulusan SMK jurusan tata boga. Ini adalah kesempatan emas yang harus dikelola dengan baik, kesempatan bekerja bagi para SMK jurusan tata boga sekaligus cari pengalaman untuk membuka usaha,” ujar Ivo.

Kepala Sekolah SMK Negeri 3 Sukabumi, Didies Darmawan dalam sambutannnya saat berkunjung ke Bogasari, Kamis (22/9/2022), mengatakan target kerja sama melalui pendampingan pada Program SMK PK ini, unit usaha bakery yang sudah dijalankan siswa SMK Negeri 3 Sukabumi sebagai bagian dari pembelajaran Teaching Factory makin berkembang luas.

Bahkan pihaknya sangat berharap suatu saat nanti unit usaha di SMKN 3 Sukabumi berkembang menjadi BLUD (badan layanan umum daerah) sehingga pembiayaan sekolah lebih mandiri.

Saat ini, SMKN 3 Sukabumi sudah punya unit usaha makanan berbasis tepung terigu. Antara lain roti tawar, roti manis, donut, ayam goreng crispy, dan aneka jajanan pasar. Untuk sementara pemasarannya masih di lingkungan sekolah.

Tetapi pertumbuhan penjualan sangat potensial karena dengan sudah aktifnya pembelajaran tatap muka, ada 1.236 siswa SMK Negeri 3 Kota Sukabumi yang masuk sekolah setiap hari Senin sampai Jumat.

“Pembeli dari luar sekolah juga ada, seperti saat bulan Ramadhan lalu. Unit usaha produksi SMK Negeri 3 Sukabumi melalui pembelajaran Teaching Factory menerima orderan kurang lebih 1500 toples kue kering. Makanya melalui kerja sama dengan Bogasari kami sangat berharap SMKN 3 Sukabumi makin berkembang apalagi mendapat bantuan peralatan yang baru dari Pemerintah melalui Program SMK PK,” harap Didies.

Guna mewujudkan unit usaha SMK Negeri 3 Kota Sukabumi menjadi BLUD, materi pengajaran dari kerja sama SMK PK ini juga menyangkut pemasaran secara digital dan budaya kerja industri. Dengan demikian kompetensi keahlian para siswa dan guru menjadi lebih menyeluruh baik dari sisi ilmu pengolahan makanan, pemasaran dan pengelolaan secara sumber daya manusia (SDM). [way/beq]


Apa Reaksi Anda?

Komentar