Pendidikan & Kesehatan

Dokter Baru FK Unair Inisitif Jadi Relawan dan Vaksinator Covid-19

Surabaya (beritajatim.com) – Muda, inisiatif dan berdedikasi, begitulah karakter dokter-dokter baru Fakultas Universitas Airlangga (FK Unair). Salah satunya Dokter Farizal Rizky Muharram. Dia adalah koordinator tim vaksinator FK Unair.

Bersama 300 anggota timnya, dia telah memvaksinasi lebih dari 20 ribu orang. Baik pada kegiatan vaksinasi yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni Unair (IKA UA) maupun instansi lain seperti Bank Jatim maupun dari Pemprov.

“Sebagai dokter, melihat situasi seperti saat ini kami resah ya. Apa yang bisa kami bantu untuk menangani pandemi ini. Dan kami melihat nakes-nakes ini banyak yang tumbang. Karenanya, kita yang muda berinisiatif untuk bergerak membantu kegiatan vaksinasi,” ujar dr Farizal.

Dokter Farizal menuturkan, Tim Vaksinator FK Unair ini telah bergerak membantu kegiatan vaksinasi sejak 18 Juli lalu. Selain Surabaya, mereka juga membantu kegiatan vaksinasi di beberapa daerah pesisir Gresik dan Sidoarjo. Ke depan, mereka masih akan terus bergerak ke Banyuwangi, Probolinggo dan Lamongan.

Tim relawan vaksinator ini terdiri dari mahasiswa beberapa fakultas di UNAIR. Antara lain FK Unair vaksinator, Fakultas Kesehatan Masyarakat sebagai pengolahan data serta Fakultas Kedokteran Gigi dan perawat untuk melakukan anamnesa atau screening awal.

Selain menjadi tenaga vaksinasi, Dokter baru FK Unair juga mengabdikan diri dengan menjadi relawan penanganan Covid-19 di RSUD Dr. Soetomo.

Salah satunya Dokter Muhammad Thoriq yang menjadi relawan Covid-19 di RSUD Dr. Soetomo sejak 12 Juli lalu bersama 19 dokter yang lain. Para dokter relawan Covid-19 ini bertugas di IGD dan triase RSUD Dr. Soetomo.

Menariknya, relawan ini bergerak bukan atas arahan dari fakultas, namun datang dari inisiatif sendiri. “Kami melihat para guru dan senior kami berjuang sebegitu hebat masak kami diam saja. Karenanya kami juga ingin membantu,” terangnya.

Kekhawatiran selama bertugas pasti ada. Namun hal itu mereka atasi dengan keyakinan untuk mengabdi. Serta dibarengi protokol kesehatan diterapkan dan manajemen stress yang baik.
“Kami sering ngobrol dan sharing dengan teman-teman yang lain untuk menekan stress bekerja, meski ngobrolnya lewat zoom atau video call dari kamar mess masing-masing, karena kami harus tegakkan prokes dan meminimalisir berkumpul,” ujarnya.

Menjadi relawan Covid-19, tentu banyak pengorbanan yang dilakukan. Para dokter ini rela tak pulang bertemu keluarga sejak awal mengabdi. Mereka tinggal di mess yang disediakan rumah sakit untuk menekan resiko menulari keluaga.

Bahkan 4 diantara dokter relawan ini juga terpapar Covid-19 dan harus menjalani isolasi mandiri di mess. “Namun kembali lagi, kita-kira yang muda ini meski terpapar, sembuhnya akan cepat. 14 hari isolasi sudah pulih. Beda cerita dengan yang sudah tua dan memiliki komorbid. Maka dari itu kami yang muda harus mau berjuang membantu,” tambahnya.

Dokter asal SMA 4 Surabaya ini bercerita, masa-masa terberat pengabdian ada di awal Juli. Di mana tingkat positivity rate masih tinggi. Dalam satu shift, pasien Covid-19 yang datang di RSUD Dr. Soetomo bisa di atas 100 orang. Namun ia bersyukur, saat ini pasien yang masuk mulai berkurang karena pasien sudah banyak tertangani di tingkat puskesmas dan fasilitas pelayanan Covid-19 baru yang disiapkan Pemkot dan Pemrov.

Para dokter yang baru dilantik ini juga terus bergerak untuk mengedukasi masyarakat seputar Covid-19. Tanggal 15 Agustus nanti, para dokter ini akan menggelar webinar mengenai pedoman isolasi mandiri untuk awam. Ini menjadi edukasi pertama mereka dengan menyandang gelar dokter.

Dokter Mahendra Eko Saputra menuturkan, edukasi ini dilaksanakan karena saat ini banyak pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri. Dan nahasnya, banyak diantara mereka yang meninggal dunia selama menjani isoman.

“Ini merupakan salah satu wujud pengabdian nyata kami kepada masyarakat setelah kami mendapatkan ilmu. Kami sudah diberikan suatu kelebihan, dan kami harus mengembalikan lagi kepada masyarakat dan orang-orang yang membutuhkan. Supaya ilmu yang kita pelajari di FK Unair ini bermanfaat tidak hanya untuk diri sendiri dan masyarakat.”

Kegiatan Webinar ini diinisiasi 10 dokter baru ini masuk dalam kegiatan Airlangga Webinar Conference Series(AWCS) FK Unair. Selain dokter baru ini, materi juga akan disampaikan oleh pakar-pakar senior dari FK Unair.

Dalam pelantikan dokter FK Unair kali pun, 20 perwakilan relawan dan vaksinator mendapat kesempatan dilantik secara offline siang ini. Mereka adalah dokter-dokter yang memiliki dedikasi tinggi dan empati, yang turut terjun membantu pemerintah dalam menanggulangi Pandemi Covid-19. Baik di hulu seperti pencegahan sebagai edukator dan vaksinator serta di hilir merawat pasien Covid-19. [adg/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar