Pendidikan & Kesehatan

Besok PSBB Jilid III di Gresik Berakhir, Kasus Covid-19 Tembus 214 Orang

PSBB: Foto Ilustrasi

Gresik (beritajatim.com) – Mulai besok Senin (8/6) pembatasan sosial berskala besar (PSBB) jilid III di Gresik berakhir, dan akan persiapan menuju new normal. Kendati berakhir, namun kasus Covid-19 malah bertambah menjadi 214 orang dari semula 205 orang.

Tambahan itu berasal klaster Surabaya dua orang. Klaster Sidowungu Menganti, Gresik 5 orang dan transmisi lokal dua orang. Meski kasus yang terpapar positif terus bertambah. Pemkab Gresik, tetap fokus pada penegakan protokol kesehatan (PPK).

Kabag Humas & Protokol Pemkab Gresik, Reza Pahlevi menuturkan, pihaknya tetap mengkedepankan PPK di segala sektor. Terutama di industri, sekolah, hingga pasar-pasar. “Terkait new normal belum. Itu yang pelaksanaan inovasi new normal hanya lomba di tujuh sektor,” tuturnya, Minggu (7/06/2020).

Apabila pelaksanaan lomba new normal oleh Kemendagri itu berjalan lancar, kemungkinan bakal jadi percontohan normal baru di seluruh Gresik. “Yang penting saat ini PPK itu dulu. Karena itu modal untuk melangkah ke new normal. Kalau PPK hasilnya bagus baru bicara new normal,” papar Reza.

Ketujuh sektor tersebut mulai dilakukan pengambilan dokumentasi terkait persiapan new normal. Sementara itu, selama pandemi Covid-19 ini sejumlah penanganan pasien di rumah sakit juga menyesuaikan. Misalnya, prosesi persalinan.

Wakil Direktur (Wadir) Medik RSUD Ibnu Sina Maftuhan mengatakan, untuk persalinan, yang biasanya menggunakan alat pelindung diri (APD) persalinan, kini ada penambahan. Yakni APD standar Covid-19.

Kemudian, untuk persalinan normal memang tidak ada penambahan tes covid seperti rapid tes. Tapi, untuk proses persalinan yang butuh bantuan, ibu hamil (bumil) harus dirapid tes. “Tidak semua dirapid tes. Jadi kita lihat dulu diagnosa bumilnya. Kalau memang resiko ya kita rapid. Tapi biasanta yang melahirkan disini jarang ada yang normal,” katanya.

Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik menyebutkan pada Januari 2020 tercatat ada 1.826 bumil. Kemudian Februari naik menjadi 1.871 dan Maret turun menjadi 1.784 bumil. Selanjutnya, di April 2020 ada 32,05 persen ibu hamil. [dny/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar