Malang (beritajatim.com) – Universitas Brawijaya (UB) Malang bersama dengan Himpunan Pengusaha Nahdliyin wilayah Jawa Timur (HPN Jatim) melaunching program 1000 Mahasiswa Berwirausaha.
Wakil Rektor V Bidang Riset dan Inovasi Prof. Dr. Unti Ludigdo, SE, M.Si, Ak menjelaskan bahwa UB berkomitmen menyiapkan mahasiswa yang berkarakter wirausaha sejak awal di kehidupan kampus. Pihaknya telah menyesuaikan mata kuliah agar mengandung konteks penguatan ekonomi mandiri dan inovasi bisnis.
“Kami sudah menyiapkan kurikulum yang dituangkan dalam mata kuliah, kami juga melakukan berbagai kegiatan agar mendorong wirausaha muda terus berkembang, diantaranya dengan Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) dan Akademi Mahasiswa Wirausaha (AMW) di bawah koordinasi Bagian Kemahasiswaan UB,” kata Unti Ludigdo dalam keterangannya Kamis (2/3/2023).
Program tersebut agar partisipasi mahasiswa memperoleh pemahaman terkait metode pembelajaran, monitoring dan evaluasi. Apalagi saat ini Indonesia tertinggal dalam menciptakan pengusaha. Di tingkat Asia, hanya ada 3 persen yang berhasil menjadi pengusaha dari keseluruhan penduduk Indonesia.
“Kita masih belum bisa bersaing dengan Thailand, Malaysia ataupun Singapura. Maka dari itu, UB sebagai perguruan tinggi bertanggung jawab untuk merangsang karakter dan jiwa wirausaha tumbuh dari diri mahasiswa UB,” terangnya.
Prof Unti Ludigdo berpesan agar mahasiswa memiliki peran setelah lulus nanti, dan bukan hanya sibuk mencari pekerjaan. Mahasiswa harus siap membuka berbagai lapangan pekerjaan baru. “Berbagai program bidang riset dan inovasi akan selalu diselaraskan dengan skema di bidang kemahasiswaan,” pungkasnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”ub-malang”]
Kegiatan launching berlangsung pada hari Rabu (1/3/2023) kemarin. Pada launching tersebut, Rektor UB Prof. Widodo S.Si.,MSi.,Ph.D memandang jika perguruan Tinggi diberi amanah agar menjadikan pendidikan, ruang dan wahana untuk mahasiswa dalam pengembangan diri menjadi entrepreneur.

“Harapannya UB menjadi wahana dan media mahasiswa untuk pengembangan diri sebagai pengusaha. Dalam konteks ini kita perlu banyak partner nasional yang potensial untuk pengembangan kerjasama atau jejaring membangun pengusaha muda di Indonesia,” kata Rektor katanya.
Terpisah Ketua Pengurus Pusat HPN Tyovan Ari Widagdo memandang, kolaborasi pihaknya dengan UB dapat membangun ekosistem wirausaha. Dia berharap program 1000 mahasiswa menjadi entrepreneur dan membuka lapangan pekerjaan.
“HPN bakal memberikan akses yang berkaitan dengan kewirausahaan salah satunya mentoring, ekosistem, dan akses moda. Akses akan diberi pada seluruh wirausaha sehingga dapat saling support satu dan yang lainnya,” jelasnya. [dan/but]






