Mojokerto (beritajatim.com) – Sebanyak 37 ekor sapi di Kabupaten Mojokerto terdeteksi mengidap penyakit Lumpy Skin Disease (LSD). Data Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Mojokerto, persebaran wabah penyakit kulit hewan yang disebut oleh virus ini sudah menyebar di 13 kecamatan di Kabupaten Mojokerto.
Plt Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Disperta Kabupaten Mojokerto, drh Tutik Surjaningdyah mengatakan, kasus pertama infeksi kulit sapi ditemukan 22 Februari 2023 lalu. “Yakni di Desa Pandankrajan, Kecamatan Kemlagi,” ungkapnya, Kamis (16/3/2023).
Penyuluh Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto kemudian mengambil sampel ternak sapi untuk dicek ke laboratorium. Hasil laboratorium dari UPT Laboratorium Kesehatan Hewan Jatim di Tuban menyatakan hasil sampel positif. Namun temuan di Kemlagi rupanya bukan satu-satunya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”LSD”]
“Kami berturut-turut mendapat laporan dari sejumlah peternak di kecamatan lain. Virus terdeteksi selain di Kecamatan Kemlagi, juga di Kecamatan Dawarblandong dan Dlanggu. Kasus LSD positif terbanyak, yakni Dawarblandong sebanyak 7 ekor dan Dlanggu 8 ekor,” katanya.
Ini setelah petugas mengambil 17 sampel ternak sapi di tiga wilayah yakni Kemlagi, Kecamatan Dawarblandong pada, 22 Februari 2023 lalu. Hasil laboratorium, dari 12 sampel ternak sapi positif tertular LSD, pada 2 Maret 2023 lalu. Hingga kini, total temuan kasus LSD mencapai 37 kasus yang tersebar di 13 kecamatan.
“Paling banyak ternak yang terjangkit LSD di wilayah Kecamatan Dlanggu 27 ekor sapi, Kemlagi 19 ekor dan Dawarblandong 7 ekor. Hingga saat ini, kami belum mendeteksi temuan LSD di lima kecamatan lain, yakni Sooko, Kutorejo, Mojoanyar, Mojosari dan Pungging,” jelasnya. [tin/kun]
![37 Ekor Sapi di Mojokerto Terserang Penyakit LSD Kondisi ternak sapi tertular penyakit LSD. [Foto : ist]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2023/03/IMG-20230316-WA0059-1024x768.jpg)





