Situbondo (beritajatim.com) – Operasi pencarian penumpang KMP Dharma Kartika yang jatuh di perairan Jangkar, Situbondo, resmi dihentikan setelah tujuh hari tanpa hasil. Korban bernama Tohari (31), warga Kabupaten Sumenep, hingga kini belum ditemukan meski upaya pencarian telah dilakukan secara intensif oleh tim SAR gabungan.
Kasubsi Operasi dan Siaga Kantor SAR Banyuwangi, Novix Heryadi, menyampaikan bahwa penghentian operasi dilakukan pada Rabu (1/4/2026) setelah dua hari terakhir pencarian tidak menunjukkan perkembangan.
“Sekarang sudah memasuki H+7. Setelah dua hari terakhir dilakukan pemantauan dan penyisiran tanpa ada tanda-tanda korban ditemukan, maka operasi SAR ditutup hari ini,” ujar Novix.
Korban dilaporkan jatuh ke laut saat KMP Dharma Kartika berlayar dari Pelabuhan Jangkar, Situbondo menuju Pelabuhan Raas, Madura, pada Kamis (26/3/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.
Koordinator Pusdalops BPBD Situbondo, Puriyono, menjelaskan bahwa lokasi kejadian berada di koordinat 07° 39.4034′ LS dan 114°14.4875′ BT, atau sekitar 3,5 mil dari Pelabuhan Jangkar.
Menurutnya, laporan awal diterima dari TNI AL Pos Jangkar dan Polair Polres Situbondo. Tim SAR gabungan kemudian langsung dibentuk untuk melakukan pencarian.
“Begitu menerima laporan, kami langsung berkoordinasi dengan berbagai unsur untuk melakukan pencarian,” kata Puriyono.
Upaya awal sempat dilakukan oleh awak kapal menggunakan sekoci di sekitar lokasi jatuhnya korban. Namun, pencarian tersebut tidak membuahkan hasil, sehingga area pencarian diperluas oleh tim SAR gabungan.
Tim yang terlibat terdiri dari Basarnas Kantor SAR Banyuwangi, Satuan Polairud Polres Situbondo, TNI AL Pos Jangkar, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Wilayah Kerja Pelabuhan Jangkar, serta unsur lain seperti Polsek Jangkar, Koramil Jangkar, Tagana Dinsos Situbondo, nelayan, dan relawan kebencanaan.
Selama proses pencarian, kondisi cuaca di perairan Jangkar dilaporkan relatif cerah berawan dan cukup mendukung. Meski demikian, hingga hari ketujuh, korban belum berhasil ditemukan.
Penyebab jatuhnya korban ke laut hingga kini masih belum diketahui dan masih dalam penyelidikan pihak terkait. Belum ada keterangan resmi dari operator kapal maupun otoritas pelabuhan terkait kronologi teknis kejadian.
Meski operasi SAR telah resmi ditutup, BPBD Situbondo memastikan koordinasi lintas instansi tetap dilakukan apabila di kemudian hari muncul informasi baru terkait keberadaan korban. Masyarakat yang memiliki informasi diminta segera melapor kepada aparat terdekat atau petugas SAR. [awi/beq]






