Bondowoso (beritajatim.com) – Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bondowoso, Agus Winarno, memaparkan capaian sekaligus tantangan penanganan tuberkulosis (TBC) di wilayahnya sepanjang 2025. Berdasarkan target Kementerian Kesehatan, Bondowoso ditetapkan untuk menemukan 10.229 terduga kasus TBC tahun ini. Namun hingga semester pertama, baru teridentifikasi 5.430 terduga atau 53 persen dari target.
Untuk kasus TBC terkonfirmasi, target yang ditetapkan mencapai 2.105 kasus. Agus menyebutkan, sepanjang semester pertama pihaknya baru menemukan 698 kasus. “Sampai semester pertama baru ditemukan 698 kasus,” jelas Agus pada beritajatim.com, Sabtu (13/9/2025).
Dalam hal penanganan, Kemenkes menargetkan 698 pasien memulai pengobatan. Bondowoso sudah menangani 638 pasien atau capaian 91,6 persen. Adapun target keberhasilan pengobatan sebesar 1.505 kasus, dan hingga kini 1.279 pasien dinyatakan sembuh atau 84,98 persen.
Agus menegaskan upaya percepatan penemuan kasus terus dilakukan melalui kader kesehatan, petugas surveilans, dan puskesmas dengan metode investigasi kontak.
“Kami juga melibatkan aparat desa, babinsa, dan babinkamtibmas. Karena penanganan TBC tidak bisa dilakukan sendirian,” ujarnya.
Selain itu, ia menekankan kedisiplinan pasien untuk mengonsumsi obat minimal enam bulan penuh. “Kalau terputus, harus diulang lagi,” tegasnya.
Agus juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai gejala TBC, mulai dari mual, hilang nafsu makan, batuk berdarah, hingga keringat dingin di malam hari. Meski begitu, ia menegaskan diagnosis tetap harus ditegakkan lewat pemeriksaan laboratorium.
Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diimbau menjaga perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), tidak meludah sembarangan, serta memastikan rumah memiliki ventilasi dan cahaya matahari cukup.
“Bakteri TBC bisa bertahan hidup hingga berbulan-bulan di tempat lembab. Karena itu, berjemur di sinar matahari pagi juga penting,” pungkasnya. [awi/beq]






