Sampang (beritajatim.com) – Sebanyak 26 orang mantan pengikut aliran Syiah yang mengungsi di Rumah Susun (Rusun) Jemundo, Sidoarjo, gagal dipulangkan ke kampung halamannya di Kabupaten Sampang, yang rencananya berlangsung pada 22 Desember 2012 lalu.
Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) Sampang, Faisol Ramdhoni menyampaikan, alasan mantan pengikut aliran Syiah itu batal pulang kampung karena banyak kendala.
“Pemulangan itu butuh penyiapan seperti pembangunan rumah, pekerjaan, pendidikan untuk anak-anak hingga kondusifitas sosial politik di desa,” terang pria yang akarab disapa Faisol, Senin (27/12/2021).
[berita-terkait number=”4″ tag=”syiah-sampang”]
Faisol menyebut pemulangan mantan pengikut Syiah itu butuh kajian mendalam dan perencanaan yang matang. Sebab hal ini juga berkaitan dengan kesiapan anggaran, agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.
“Keamanan juga menjadi pertimbangan penting apalagi saat ini masih dalam susana Natal dan persiapan memasuki pergantian tahun,” ujarnya.
Sayangnya, hingga berita ini ditulis Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Sampang, Muhammad Anang Djoenaidi belum bisa dimintai keterangan meski nomer telpon yang bersangkutan dalam kondisi aktif.[sar/ted]






