Surabaya (beritajatim.com) – Pemuda di Surabaya berinisial RFP (20) warga rusun Jalan Dukuh Menanggal XII kena gendam dengan modus menawarkan lowongan pekerjaan. Akibatnya, RF kehilangan sepeda motor Supra Fit L 5290 C, ponsel dan berkas berharga miliknya.
Setiyo Budi Santoso, ayah korban bercerita jika peristiwa itu bermula ketika anaknya yang tidak bekerja ditawari pekerjaan oleh sebuah akun facebook bernama Rio Gustaf.
RF lalu menghubungi nomor yang diberikan oleh Rio Gustaf dan sepakat bertemu di daerah Gayungan. Mereka pun telah bertemu sebanyak dua kali di tempat tersebut. “Anak saya diajak ke tempat kerja di Gading kata pelaku,” ujar Setiyo, Kamis (04/05/2023).
Dari keterangan RF, saat tiba di Gading, Tambaksari, ia dibawa ke jalanan sepi. Dalam ingatan anaknya, pelaku meminjam motor dengan alasan bertemu temannya yang akan memuluskan RF memasuki dunia kerja.
BACA JUGA:
https://beritajatim.com/peristiwa/rombongan-guru-pengabdian-gontor-kecelakaan-3-meninggal/
Dengan linglung, RF memberikan sepeda motornya ke pelaku. Ia pun menunggu di lokasi seorang diri hingga ditegur oleh warga sekitar dan ditanyai kepentingannya memasuki perkampungan. Ia pun tersadar dan minta tolong kepada warga agar diantarkan pulang.
Pelaku sempat menghubungi istri RF pasa Senin (01/05/2023) untuk meminta uang tebusan Rp500 ribu dengan alasan untuk menebus sepeda motor yang diambil.
Pelaku meminta uang itu di transfer melalui rekening, dan sempat mengirim dua nomor rekening CMB Niaga atas nama M Adi Junari dan BCA atas nama Moh Ikbal. Pelaku menjanjikan motor korban akan dikembalikan bila sudah transfer sesuai nominal yang diminta pelaku.
“Iya, pelaku sempat menghubungi nomor istri saya, melalui HP milik anak saya yang dicuri. Lalu minta di transfer. Kemudian, nanti motor diparkir di Royal Plaza. Tapi menurut kita enggak mungkin,” terangnya.
Kasus tersebut telah dilaporkan oleh sang anak ke Polsek Tambaksari, dengan alat bukti dua nomor rekening. Korban berharap pelaku dapat segera dibekuk, agar motornya itu dapat segera kembali.
Sementara, Kapolsek Tambaksari Kompol Ari Bayu Aji mengatakan, pihaknya masih mencari tahu kepastian ada atau tidaknya laporan kepolisian tersebut. “Masih kami cek dulu,” ujarnya. (ang/kun)






