Ngawi (beritajatim.com) – Seorang pemuda ditemukan tewas tenggelam di Sungai Bengawan Solo, masuk Desa/Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, saat mencuci pakaian dan mandi pada Selasa, (29/10/2024), sekitar pukul 08.45 WIB
Sumarmi menangis histeris setelah anaknya, Dony Rachmat Romadhon ditemukan tewas tenggelam di Sungai Bengawan Solo. Pemuda 24 tahun itu tenggelam saat mencuci pakaian dan mandi di sungai yang tak jauh dari rumahnya.
Warga setempat segera berusaha memberikan pertolongan. Sang adik laki-laki dari korban turut menangis histeris melihat kakaknya yang sudah tak bernyawa. Korban, anak pertama dari pasangan Supriyanto (48) dan Sumarmi, ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di kedalaman sekitar 3 meter oleh warga yang melakukan pencarian.
Jenazah korban langsung dievakuasi oleh warga ke rumah duka yang hanya berjarak sekitar 100 meter dari lokasi kejadian. Kejadian tragis ini berawal saat korban sedang mencuci pakaian di tepi sungai. Tidak lama kemudian, korban yang diketahui tidak bisa berenang itu memutuskan untuk mandi, namun akhirnya tenggelam dan ditemukan sudah dalam kondisi tak bernyawa.
“Saat itu korban sedang mencuci pakaian kemudian mandi. Diduga korban tidak bisa berenang, sehingga tenggelam. Warga melakukan pencarian dan korban ditemukan sekitar satu jam kemudian,” ujar Joko Susanto, Kepala Dusun Pelemsili.
“Benar, ada seorang anak tenggelam, diduga karena tidak bisa berenang. Kami langsung datang ke lokasi dan melakukan visum. Tidak ditemukan bekas mencurigakan pada tubuh korban,” jelas Kapolsek Pitu, Iptu Pandoyo.
Polisi melakukan olah TKP dan hanya menemukan sepasang sandal milik korban. Setelah dilakukan visum, jenazah korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. [fiq/aje]






