Kediri (beritajatim.com) – Seorang pemuda di Kediri minta maaf kepada publik setelah bikin berita bohong alias hoax.
Pemuda Kediri berinisial ABK ini meminta maaf, usai bikin cerita bohong dikeroyok gengster di Taman Totok Kerot Kediri.
Pemuda Kediri ini mengaku, terpaksa mengarang cerita bohong karena alasan terlilit hutang, hingga akan menjual HP pemberian istrinya untuk melunasi.
Baca Juga : Intip Menu Sarapan Pagi di McDonald’s Brawijaya Kediri
Kapolsek Pagu AKP Suharsono mengatakan, awalnya pelaku melapor telah menjadi korban pengeroyokan yang dilakukan anggota gengster dan HP-nya dirampas, pada Sabtu malam (1/7/2023).
“Adanya kabar tersebut Bhabinkamtibmas dan Babinsa mendatangi rumah ABK untuk mengecek kebenarannya,”kata Kapolsek Pagu AKP Suharsono, Minggu (2/7/2023).
Pada saat dimintai keterangan kebenarannya, ABK tidak bisa menceritakan peristiwa itu secara detail. Akhirnya ia mengakui perbuatannya sudah mengarang cerita kejadian itu.
Baca Juga : Jemput Pacar, Pemuda Kediri Babak Belur Digebuki 4 Pemabuk
“ABK mengarang cerita jika pada saat perjalanan pulang dari SLG (Simpang Lima Gumul) ke arah utara di kejar oleh sepeda motor Honda Beat warna putih tanpa Nopol, berboncengan tiga orang. Sedangkan ABK mengendarai sepeda motor Scoopy,” terang Kapolsek.
Sesampainya di depan taman Totok Kerot Desa Bulupasar, korban mengaku ditendang oleh tiga orang pelaku hingga terjatuh. Lantas ia dipukuli dan kemudian ponselnya dirampas.
“Setelah dimintai keterangan ternyata ponsel merek redmi milik ABK ini disimpan di laci sepeda motor Scoopy yang dikendarainya. Jadi tidak hilang. Kemudian ponsel tersebut disimpan dirumah orang tua ABK,”imbuhnya.
Baca Juga : Bupati Kediri Jadi Dewan Pembina Persik
Lanjut disampaikan Kapolsek, ABK berdalih membuat kabar bohong itu berencana akan menjual ponsel pemberian istrinya untuk melunasi hutang kepada temannya.
“Cerita bohong itu untuk meyakinkan keluarganya. Sementara tanpa sepengetahuan istrinya, dia akan menjual ponsel tersebut untuk keperluan melunasi hutang ke temannya,”jelas Kapolsek.
Setelah mendapat pengakuan ABK, petugas unit Reskrim langsung mencari ponsel tersebut. HP itu disembunyikan di dalam tungku di rumah orang tuanya.
ABK akhirnya mengakui kesalahannya. Dia membuat surat pernyataan bahwa ia telah mengaku salah menyebarkan kabar bohong. ABK meminta maaf dan menyesal telah memberikan kabar bohong.
Baca Juga : McDonald’s Kediri Tawarkan Promo Menarik Hari Pertama Buka
“Kami juga memberikan edukasi kepada ABK dampak buruk jika menyebar atau mengarang cerita bohong atau hoax,”ungkap Kapolsek Pagu.
Kapolsek Pagu, berpesan untuk tidak mudah terprovokasi dan percaya terhadap kabar yang belum tentu kebenarannya. Baik itu di media sosial dan dimanapun. [nm/ted]






