Ringkasan Berita:
- Pemuda asal Desa Tanggalrejo, Jombang, terluka parah akibat ledakan petasan pada malam Iduladha 1447 H.
- Korban mengalami luka serius di tangan dan wajah serta kehilangan pendengaran, dan terancam amputasi tangan.
- Polisi tetap melakukan penyelidikan meski pihak keluarga korban tidak membuat laporan resmi.
Jombang (beritajatim.com) – Malam Iduladha 1447 Hijriah di Desa Tanggalrejo, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Jawa Timur berubah menjadi petaka. Seorang pemuda bernama Mohammad Eka Setyawan (23) mengalami luka parah akibat ledakan petasan pada Selasa malam (26/5/2026).
Korban diketahui mengalami luka serius pada bagian tangan dan wajah setelah petasan yang dimainkan meledak. Bahkan hingga kini, korban dilaporkan kehilangan pendengaran sehingga belum dapat berkomunikasi dengan baik kepada pihak keluarga maupun kepolisian.
Saat ini, Eka menjalani perawatan intensif di RSUD Jombang. Tangan korban tampak dibalut perban dan terpasang selang infus. Berdasarkan informasi yang dihimpun, dokter berencana melakukan tindakan amputasi terhadap tangan korban yang mengalami kerusakan parah akibat ledakan tersebut.
Kapolsek Mojoagung Kompol Yogas membenarkan insiden ledakan petasan yang menimpa warga Desa Tanggalrejo tersebut. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 22.30 WIB saat korban bermain petasan di jalan desa setempat.
“Korban pada saat itu langsung dilarikan ke puskesmas oleh teman-temannya. Karena lukanya cukup parah, korban kemudian dirujuk ke RSUD Jombang,” kata Kompol Yogas menjelaskan, Rabu (27/5/2026).
Selain luka serius pada jempol tangan kanan yang akan diamputasi, korban juga mengalami luka bakar akibat percikan petasan di area wajah dan telinga kanan. Saat ini korban masih menjalani perawatan medis di RSUD Jombang.
Menurut Yogas, pihak kepolisian awalnya menerima informasi dari Puskesmas Mojoagung yang sedang menangani seorang pasien luka akibat dugaan ledakan petasan. Pasien tersebut diketahui bernama Mohammad Eka Setyawan.
Namun saat petugas kepolisian datang ke fasilitas kesehatan tersebut, korban sudah dirujuk ke rumah sakit karena kondisi luka yang cukup berat.
Petugas kemudian mendatangi rumah korban di Dusun Tanggalrejo. Akan tetapi, pihak keluarga disebut tidak berkenan membuat laporan polisi terkait insiden itu.
Meski demikian, polisi tetap melakukan penggalian informasi awal terkait kronologi kejadian. Aparat juga mendatangi rumah sakit untuk memastikan kondisi korban secara langsung.
Di rumah sakit, korban ditemukan dalam kondisi lemas dengan luka serius pada bagian tangan dan wajah akibat ledakan petasan tersebut.
“Kami imbau agar masyarakat tidak bermain petasan, terutama menjelang perayaan hari besar keagamaan. Ledakan petasan tidak hanya berisiko menyebabkan luka, tetapi juga dapat mengakibatkan cacat permanen hingga mengancam keselamatan jiwa,” pungkas Yogas. [suf]





