Surabaya (beritajatim.com) – Perbaikan atap plafon ambrol di ruang kelas lantai tiga SMP Negeri 60 Surabaya ditanggung Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Rabu (28/1/2026).
Menurut Wakil Kepala Sarana dan Prasarana SMP Negeri 60 Surabaya, Irma Setyawati (57), perbaikan atap plafon yang menimpa tiga siswa perempuan itu langsung dimulai hari ini dengan melibatkan satgas dari Dinas Pendidikan (Disdik) Surabaya.
“(Perbaikan) dari tadi. Begitu ada info (kejadian), kami laporkan ke dinas (Disdik) dan langsung ditindaklanjuti. Satgas datang dan langsung survei,” ungkap Irma saat ditemui, Rabu (28/1/2026).
Ia menjelaskan perbaikan atap plafon tersebut ditargetkan selesai dalam waktu dua hari. Selama proses perbaikan, kegiatan pembelajaran peserta didik akan dilakukan di ruangan yang lebih aman. “Besok mungkin sudah selesai, ini tukangnya juga lembur. Selama dua hari insyaallah selesai,” jelasnya.
Dengan mekanisme perbaikan yang dibiayai Pemkot, Irma mengaku tidak memikirkan nilai kerugian. Ia hanya berharap perbaikan berjalan lancar dan proses pembelajaran kembali aman dan nyaman. “Sekolah negeri masa menghitung rugi. Semua dibiayai oleh Pemkot. Iya, sudah ada perbaikan hari ini,” tegas Irma.
Diberitakan sebelumnya, ambrolnya atap plafon lantai tiga terjadi saat proses pembelajaran berlangsung sekitar pukul 06.50 WIB, sehingga mengakibatkan kepanikan seluruh siswa.
Menurut Irma Setyawati, pagi itu angin berhembus sangat kencang, sementara para siswa sedang fokus mengikuti pembelajaran literasi rutin di dalam kelas, tepat sebelum atap ambrol. “Jadi yang (ambrol) itu bagian tengah dulu, mantul begini, baru blek, lalu semuanya runtuh merambat,” ujar Irma saat ditemui beritajatim.com, Rabu (28/1/2026).
Irma mengungkapkan akibat plafon ambrol di satu kelas tersebut, tiga siswa perempuan tertimpa. Ketiganya mengalami shock, namun beruntung tidak mengalami luka. “Hanya kaget. Shock. Tiga anak perempuan semua,” jelasnya.
Setelah kejadian itu, Irma menyebut seluruh guru dan tenaga pendidik segera melakukan evakuasi siswa dan mengarahkan seluruh siswa di lantai tiga pindah ke lokasi aman, seperti ruang perpustakaan dan laboratorium (lab) komputer. “Begitu kejadian, kami langsung melakukan evakuasi dan mencarikan ruang pembelajaran yang lain,” urainya. (rma/kun)






