Malang (beritajatim.com) – Pemkot Malang melakukan koordinasi dengan lintas sektoral setempat, sebagai persiapan dan pengamanan jelang hari raya Idul Fitri di tengah pandemi 2022. Pemerintah pusat telah memperbolehkan mudik otomatis daerah mengikuti aturan itu. Tetapi warga diminta tetap taat protokol kesehatan.
Koordinasi ini dipimpin oleh Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko dan diikuti oleh Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika, Komandan Kodim 0833, Letkol Kav Heru Wibowo Sofa, Wakapolresta Malang Kota, AKBP Deny Heryanto, serta Sekretaris Daerah Kota Malang, Erik Setyo Santoso.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkot-malang”]
“Idul Fitri tahun 2022 ini kita prediksi arus mudiknya akan besar sekali. Karena dua tahun terakhir tidak ada mudik. Pemerintah memberikan kesempatan untuk mudik. Titik tekan kita, boleh mudik tapi tetap sehat,” ujar Sofyan Edi.
Selain mewaspadai arus mudik aspek kesehatan juga menjadi perhatian khusus. Mulai dari penerapan protokol kesehatan, vaksin booster terus digencarkan dan penerapan aplikasi Peduli Lindungi yang harus dimaksimalkan di tempat ibadah, hotel, restauran dan tempat wisata.
“Disiapkan juga SDM-nya, termasuk perawat, tenaga kesehatan dan sarana pendukung seperti obat-obatan dan vaksin. Serta mengajak klinik dan rumah sakit untuk melayani saat arus mudik terjadi dan pelaksanaan lebaran itu. Maka semuanya ikut terlibat,” imbuhnya.
Pria yang akrab Bung Edi ini menuturkan menjelaskan kolaborasi dan kesiapan masing-masing perangkat daerah harus dilakukan secara horizontal dan vertikal menjelang Idul Fitri nanti.
“Yang lebih penting kesiapan terkait tugas masing-masing. Baik energi, BBM, stabilitas bahan pokok makanan, termasuk persiapan shalat ied dan malam takbir. Insya Allah di Malang sudah siap menyongsong datangnya Idul Fitri. Baik persiapan dan antisipasi arus mudik dan menata masyarakat yang akan kembali ke kota tujuan,” paparnya.
Wakapolresta Malang Kota, AKBP Deny Heryanto, memprediksi bahwa akan ada lonjakan arus kendaraan saat pelaksanaan mudik lebaran. Dengan prediksi puncak arus mudik pada 29 April hingga 2 Mei 2022. Dia menyebut, bahwa tahun ini tidak ada lagi penyekatan lalu lintas di berbagai pintu masuk Kota Malang.
“Tentu akan meningkatnya situasi arus kemacetan. Kita lihat dari arah Surbaya ke Kota Malang, di exit tol karanglo akan panjang, juga di Batu menuju ke arah Kota Malang. Ini tentu telah diantisipasi Dinas Perhubungan dan Satlantas. Kita akan membuat tujuh pos untuk keamanan, itu di berbagai titik. Termasuk di pintu masuk Kota Malang. Kita tidak ada penyekatan, jadi kendaraan bebas keluar masuk Kota Malang. Namun kendaraan berat ada pembatasan, terutama kendaraan-kendaraan besar,” tandasnya. (luc/kun)






