Ringkasan Berita:
- Pemkot Blitar mengalokasikan sekitar Rp1,5 miliar untuk proyek pembangunan di lima Taman Kanak-Kanak Negeri.
- Program meliputi relokasi tiga sekolah dan penambahan ruang kelas di dua sekolah lainnya.
- Relokasi dilakukan untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman dan representatif.
- Pembangunan ditargetkan berlangsung bertahap mulai Juni hingga Agustus 2026.
Blitar (beritajatim.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar terus berupaya meningkatkan kualitas infrastruktur pendidikan, khususnya untuk jenjang pendidikan anak usia dini. Pada tahun 2026 ini, Dinas Pendidikan Kota Blitar tengah menjalankan proyek pembangunan fisik yang menyasar 5 Taman Kanak-Kanak Negeri (TKN).
Proyek ini tidak berfokus pada rehabilitasi bangunan lama, melainkan difokuskan pada relokasi sekolah dan penambahan ruang kelas baru guna memberikan lingkungan belajar yang lebih representatif dan nyaman bagi para siswa.
Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat 5 titik pengerjaan proyek, yaitu di TKN Kepanjenlor, TKN Kepanjenkidul, TKN Klampok, TKN Sukorejo, dan TKN Blitar. Total keseluruhan anggaran yang dialokasikan sekitar Rp1,5 miliar.
Porsi terbesar digunakan untuk proses tender relokasi TKN Kepanjenlor, yaitu sebesar Rp875 juta. Sedangkan untuk proyek penambahan kelas di TKN Klampok dan TKN Sukorejo, masing-masing sekolah dialokasikan anggaran sekitar Rp200 juta.
“Untuk proyek Taman Kanak-Kanak Negeri (TKN) di Kota Blitar tahun ini, totalnya ada 5 titik pekerjaan yang mencakup program relokasi gedung maupun penambahan ruang kelas baru,” ungkap Jais Alwi, Kabid Pendidikan PAUD dan Nonformal Dinas Pendidikan Kota Blitar, Jumat (29/5/2026).
Fokus utama pembangunan tahun ini menyasar pada relokasi tiga sekolah yang dinilai membutuhkan lingkungan belajar yang lebih tenang dan representatif. Salah satu yang menjadi sorotan adalah TKN Kepanjenkidul.
Sekolah TK ini dipindahkan dari lokasi lama yang berada di Kompleks Pasar Templek menuju eks Kantor Polsek Kepanjenkidul. Langkah relokasi ini diambil demi menjauhkan anak-anak dari kebisingan dan keramaian aktivitas pasar.
Selain TKN Kepanjenkidul, proyek relokasi juga menyasar TKN Blitar dan TKN Kepanjenlor. Untuk TKN Kepanjenlor, proyek ini merupakan kelanjutan Tahap 2 dari tahun lalu. Posisinya digeser ke lahan baru yang lebih terintegrasi dalam Kompleks Kantor Kelurahan Kepanjenlor, bersebelahan langsung dengan fasilitas Puskesmas Pembantu (Pustu).
Saat ini, pengerjaan fisik untuk TKN Blitar dan TKN Kepanjenkidul sudah mulai berjalan di lapangan. TKN Blitar ditargetkan rampung pada awal Juni, disusul TKN Kepanjenkidul yang dipatok selesai pada awal Agustus. Sementara untuk TKN Kepanjenlor, pengerjaan fisik dijadwalkan mulai Juni karena harus melewati proses tender selama 1,5 bulan.
“Untuk TKN Kepanjenlor, TKN Kepanjenkidul, dan TKN Blitar, agendanya adalah relokasi. Sementara untuk TKN Klampok dan TKN Sukorejo, agendanya adalah penambahan ruang kelas baru,” tegasnya.
Selain memindahkan gedung, pemerintah juga mengantisipasi lonjakan daya tampung siswa di wilayah lainnya. TKN Klampok dan TKN Sukorejo dipastikan mendapat bantuan masing-masing tiga ruang kelas baru.
Proyek penambahan kelas ini membutuhkan waktu pengerjaan selama empat bulan. Pemerintah menargetkan pembangunan kompartemen baru ini bisa dimulai serentak pada Juni mendatang. Begitu pembangunan selesai, ruang kelas baru tersebut dipastikan bisa langsung dihuni oleh para siswa. [owi/beq]






