Blitar (beritajatim.com) – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Blitar berencana akan melakukan distribusi beras murah seharga Rp. 9.000 ke sejumlah pedagang di seluruh pasar Kota Blitar.
Rencana distribusi ini akan dilakukan usai Disperindag Kota Blitar melakukan pendataan jumlah pedagang yang menjual beras di sejumlah pasar di Kota Blitar.
Data sementara yang dimiliki Disperindag Kota Blitar ada 31 pedagang yang akan mendapatkan pasukan beras murah dari Bulog. Nantinya beras ini akan dijual dengan harga 9.000 di pasaran.
Menurut Disperindag Kota Blitar nantinya harga beras yang didistribusikan oleh Bulog tidak boleh dijual di atas harga eceran tertinggi atau (H-E-T).
“Bulog nanti sendiri akan meng-droping ke pengecer dan pedagang beras tradisional beras premium dengan harga H-E-T RP. 9000,” Kata Hakim Sisworo, Kepala Disperindag Kota Blitar, Sabtu (11/02/23).
Beras yang akan didiskusikan oleh Bulog ke pedagang tradisional di seluruh pasar di Kota Blitar tersebut adalah jenis medium. Nantinya para pedagang diminta untuk menjual beras tersebut dengan ketentuan yang telah berlaku yakni Rp. 9000 per kilogramnya.
Langkah yang dilakukan oleh Disperindag dan Bulog ini merupakan upaya untuk mengintervensi harga beras yang saat ini tengah melambung tinggi di pasaran. Saat ini harga beras di pasaran Kota Blitar bahkan mencapai harga 11 hingga 12.000 per kilogramnya.
Kondisi itu pun menjadi perhatian serius oleh Pemerintah Kota Blitar. Berbagai upaya pun dilakukan salah satunya dengan cara dropping beras murah ke pedagang pasar tradisional.
Diharapkan dengan seperti itu beban konsumsi masyarakat bisa jauh lebih rendah. Di tengah mahalnya sejumlah komoditas pangan menjelang Ramadan dan hari raya Idul Fitri 2023.
“Ini sebagai langkah kami untuk mengintervensi harga beras di pasaran yang saat ini tengah melambung tinggi Semoga dengan cara ini harga beras di pasaran segera turun,” jelasnya.
Rencananya dropping beras murah ke pedagang tradisional dan pengecer ini akan dilakukan hingga harga beras di pasaran turun. Kepala Disperindag Kota Blitar menjamin bahwa ketersediaan beras untuk berapa bulan kedepan hingga Ramadan dan Idul Fitri masih mencukupi.
Sehingga langkah ini dinilai paling efektif untuk menekan harga beras di pasaran yang kondisinya kini tengah melambung tinggi.
“Kalau ketersediaan beras masih cukup aman stoknya masih aman untuk beras di Kota Blitar,” tegasnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”pemkot-blitar”]
Kini Disperindag Kota Blitar tengah berkoordinasi dengan Bulog terkait rencana distribusi beras murah ke pedagang dan pengecer di pasar tradisional Kota Blitar. Diharapkan langkah ini akan segera dilakukan agar harga beras di pasaran juga cepat turun.
Selain langkah distribusi beras murah ke pedagang dan pengajar di pasaran, Disperindag Kota Blitar juga akan kembali menggelar operasi beras murah di sejumlah tempat.
Rencananya kegiatan operasi beras murah ini akan digelar di dua tempat lagi yakni di pasar Templek dan pasar Legi Kota Blitar.
“Kalau operasi pasar ada di tiga tempat yakni Pasar Pon dan pekan depan ada di pasar templek dan pasar Legi Kota Blitar,” pungkasnya.
Masyarakat pun bisa memanfaatkan operasi pasar murah ini untuk membeli beras murah demi memenuhi kebutuhan rumah tangga. Harga beras medium di operasi pasar murah ini juga hanya dipatok 43.000 per 5 kg nya.
Harga tersebut jauh di bawah dari pasaran yang saat ini bahkan mencapai harga Rp.53.000 rupiah per 5 kilogramnya untuk beras medium. (owi/ted)






