Magetan (beritajatim.com)– Pemerintah Kabupaten Magetan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) telah menyurati PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 7 agar area sekitar stasiun yang telah ditata dapat segera dimanfaatkan secara fungsional, meski pembangunannya belum sepenuhnya rampung.
Kepala Dinas PUPR Magetan, Muhtar Wahid, mengatakan pihaknya mendorong agar fasilitas yang sudah ada bisa digunakan untuk mendukung aktivitas masyarakat, termasuk untuk area parkir dan pengembangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Sudah kami bersurat ke Daop 7 supaya yang sudah ada itu bisa dimanfaatkan secara fungsional, walaupun memang belum sempurna,” ujar Muhtar.
Ia menjelaskan, sejumlah pekerjaan masih akan diselesaikan tahun ini, di antaranya pembangunan penempatan lokomotif di bagian depan kawasan serta penyempurnaan trotoar sisi timur. Trotoar tersebut rencananya akan dilengkapi atap agar dapat dimanfaatkan sebagai ruang bagi UMKM.
“Trotoar sisi timur masih kurang atapnya. Kalau sudah ada atap, itu bisa dimanfaatkan untuk UMKM. Tahun ini sebenarnya sudah bisa digunakan sambil penyempurnaan,” jelasnya.
Menurut Muhtar, secara kewenangan lahan tersebut merupakan milik KAI. Namun demikian, Pemkab Magetan telah mengajukan permohonan agar area yang telah ditata bisa difungsikan sembari menunggu penyelesaian tahap akhir pembangunan.
Terkait rencana penempatan lokomotif, Muhtar menyebut anggaran yang disiapkan sekitar Rp300 juta lebih. Anggaran tersebut tidak hanya untuk pengadaan lokomotif, tetapi juga mencakup biaya pengangkutan dari Bandung, perbaikan atau reparasi, hingga pemasangan dan penyediaan dudukan lokomotif di lokasi.
“Sekitar Rp300 sekian juta itu sudah termasuk angkut dari Bandung, reparasi, sampai terpasang di tempatnya,” terangnya.
Lokomotif tersebut merupakan bantuan dari PT KAI dan akan menjadi elemen penunjang kawasan, sekaligus memperkuat identitas area stasiun sebagai ruang publik yang representatif.
Pemkab Magetan berharap kolaborasi dengan KAI Daop 7 dapat mempercepat optimalisasi kawasan tersebut sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat, baik dari sisi penataan kota maupun penguatan ekonomi lokal. [fiq/aje]






