Ponorogo (beritajatim.com) – Pemkab Ponorogo meluncurkan Computer Security Incident Response Team (CSIRT), Rabu (25/10/2023). Upaya itu untuk melindungi infrastruktur digital dari ancaman serangan siber yang semakin meningkat.
Peluncuran Ponorogo CSIRT ini merupakan hasil kerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Peluncuran ini secara resmi dilakukan di Aula Gedung PGRI Ponorogo. Dengan inisiatif ini, Kabupaten Ponorogo menjadi kabupaten/kota ke-13 di Jawa Timur yang meluncurkan CSIRT.
Direktur Keamanan Siber dan Sandi Pemerintah Pusat BSSN, Tjatur Pudji Handojo, mengungkapkan bahwa pembentukan atau peluncuran CSIRT adalah bagian dari upaya pemerintah untuk membangun ekosistem keamanan siber di tingkat pemerintah daerah (Pemda).
“Peluncuran CSIRT merupakan upaya pemerintah untuk membangun ekosistem keamanan siber di tingkat daerah,” ungkap Tjatur yang hadir dalam peluncuran CSIRT di Ponorogo.
Saat ini, menurut Tjatur bahwa serangan siber di Indonesia semakin pesat. Upaya atau langkah yang diambil seperti ini, tentu juga sejalan dengan konstitusi. Dimana menegaskan pada perlindungan segenap bangsa Indonesia, terutama dalam pemanfaatan teknologi informasi.
BACA JUGA:
Pekan Kreatif Ponorogo Teguhkan Citra Kota Kreatif Indonesia
Lebih lanjut, Tjatur juga menyebut bahwa perkembangan dunia siber berkembang pesat. Namun, di sisi lain kejahatan siber juga mengalami peningkatan. Kini pemerintah berusaha hadir, yakni melalui CSIRT untuk melindungi dari kejahatan siber.
“Kita tahu perkembangan dunia siber saat ini berkembang dengan pesat, disisi lain kejahatan siber juga mengalami peningkatan. Oleh karena itu, pemerintah hadir melalui CSIRT untuk melindungi dari kejahatan siber,” katanya.
Sementara itu, Kepala Diskominfo Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin, mencatat bahwa lebih dari 2 juta serangan siber telah berhasil diantisipasi oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur melalui program CSIRT.
Hal ini menjadi bukti bahwa keamanan digital menjadi sangat penting, terutama bagi pemerintah daerah. Langkah seperti ini, diharapkan dapat menjadikan Ponorogo lebih tangguh dalam menghadapi serangan siber. Tentu, serangan siber itu, jika dibiarkan dapat mengancam infrastruktur digital dan data sensitif pemerintah daerah. “Keamanan siber semakin penting dalam era digital yang semakin maju ini,” katanya.
BACA JUGA:
Gelar Pekan Kreatif Ponorogo, Bupati Sugiri Sancoko: Bisa Berdampak Positif untuk Ekonomi
Kepala Diskominfo Ponorogo Sapto Djatmiko menambahkan bahwa CSIRT adalah alat khusus yang digunakan untuk mengidentifikasi serangan siber. Baik itu yang menyerang perangkat keras (hardware) maupun perangkat lunak (software).
Oleh karena itu, program CSIRT dari BSSN menjadi wajib bagi pemerintah daerah sebagai langkah antisipasi terhadap potensi serangan siber. “Kita mengantisipasi terjadinya serangan siber, apalagi website milik Kominfo Ponorogo pernah mengalaminya. Berkaca dari itu, lewat CSIRT ini kejadian serupa diharapkan tidak terulang,” pungkas Sapto. [end/adv]






