Ponorogo ( beritajatim.com ) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo kembali melakukan face off pedestrian di jalan protokol bumi reog.
Setelah melakukan face off pedestrian di Jalan Haji Oemar Said (HOS) Cokroaminoto, Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Urip Sumoharjo, tahun ini Pemkab Ponorogo akan memermak pedestrian di Jalan Gajahmada. Pemkab Ponorogo pun bakal menganggarkan Rp 6,3 miliar untuk menghadapi pedestrian Jalan Gajahmada tersebut.
“Tahun ini kita rencanakan untuk melakukan face off pedestrian di Jalan Gajahmada,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Ponorogo, Jamus Kunto Purnomo, ditulis Senin (05/06/2023).
Pelebaran pedestrian atau trotoar ini, akan dilakukan sepanjang Jalan Gajahmada hingga simpang empat Kelurahan Tonatan. Untuk face off ini, trotoar sisi selatan akan dilebarkan 3,5 meter dan sisi utara dilebarkan 5 meter.
“Face off ini yang pasti trotoar di sisi selatan dan utara Jalan Gajahmada pasti dilebarkan,” katanya.
Namun, berbeda dengan face off pedestrian sebelum-sebelumnya, yakni di Jalan HOS Cokroaminoto, Jenderal Sudirman dan Urip Sumoharjo yang menerapkan satu jalur lalu lintas, untuk face off Jalan Gajahmada ini, tetap menggunakan 2 jalur lalu lintas.
“Tetap 2 jalur lalu lintas, jalan diperlebar hingga 14 meter,” katanya.
Baca Juga: Jelang Waisak, Warga Sodong Ponorogo Lakukan Ritual Mandi Rupang Buddha
Rencananya, trotoar di Jalan Gajahmada ini akan menggunakan dekoratif concrete stamp atau beton yang dicetak. Banyak keunggulan daru beton yang dicetak tersebut. Selain lebih murah, penggunaan materialnya juga dapat diperbarui dalam kurun waktu yang lama.
“Keunggulannya lagi barangnya juga mudah didapatkan,” ungkap mantan Kalaksa BPBD Ponorogo itu.
Pekerjaan fisik dalam face off pedestrian Jalan Gajahmada ini, kata Jamus meliputi penataan drainase, trotoar, pot bunga, tempat duduk. penataan penerangan jalan umum (PJU) di sisi kanan dan kiri yang kurang lebih mencapai 34 unit.
“Untuk pohonnya ya menjadi kewenangan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH),” katanya.
DPUPKP Ponorogo sudah melakukan sosialisasi terkait rencana face off pedestrian Jalan Gajahmada ini. Tahapannya, setelah sosialisasi selesai, Anda akan melanjutkan ke proses penunjukan publikasi secara lelang. Tahapan ini setidaknya memerlukan waktu sekitar 1,5 bulan. Sehingga diperkirakan pembangunan fisik akan dikerjakan pertengahan atau akhir bulan Juli. Anggaran Rp 6,3 miliar untuk menghadapi tinta Jalan Gajahmada, bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) tahun 2023.
“Pekerjaan fisik diperkirakan akan dimulai pada pertengahan atau akhir bulan Juli ini,” pungkasnya. (end/ted)






