Ringkasan Berita:
- Pemkab Mojokerto mendukung penuh pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
- Industri pengolahan menjadi sektor dominan ekonomi Mojokerto.
- Pertumbuhan ekonomi Mojokerto tahun 2025 mencapai 5,56 persen.
- Hasil sensus akan menjadi dasar kebijakan pembangunan daerah.
Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Mojokerto menegaskan komitmennya mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Bupati Mojokerto, Muhammad Rizal Octavian saat mewakili Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra dalam rapat koordinasi Sensus Ekonomi 2026 di Ruang Satya Bina Karya (SBK) Pemkab Mojokerto, Senin (25/5/2026).
Dalam paparannya, Rizal menyebut Kabupaten Mojokerto memiliki posisi strategis sebagai bagian kawasan Gerbangkertasusila.
Kabupaten Mojokerto memiliki luas wilayah 969,36 kilometer persegi atau sekitar 2,02 persen dari luas Jawa Timur dengan jumlah penduduk mencapai 1.162.896 jiwa yang tersebar di 18 kecamatan dan 304 desa serta kelurahan.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Mojokerto pada 2025 mencapai 5,56 persen atau meningkat dibanding tahun sebelumnya.
“PDRB per kapita juga meningkat menjadi Rp105,45 juta. Kabupaten Mojokerto menjadi penyumbang perekonomian terbesar ketujuh di Jawa Timur dengan kontribusi sebesar 3,65 persen,” ungkapnya.
Ia menjelaskan struktur ekonomi Kabupaten Mojokerto masih didominasi sektor industri pengolahan sebesar 58,49 persen.
Sementara sektor perdagangan menyumbang 10,16 persen dan pertanian sebesar 7,24 persen terhadap perekonomian daerah.
Menurut Rizal, sektor industri juga menjadi penyerap tenaga kerja terbesar kedua setelah sektor jasa dengan kontribusi penyerapan tenaga kerja mencapai 31,20 persen.
Kondisi tersebut menunjukkan sektor manufaktur masih menjadi motor utama penggerak ekonomi Kabupaten Mojokerto.
“Selama 10 tahun terakhir, struktur ekonomi Kabupaten Mojokerto ditopang tiga sektor utama yakni industri, perdagangan dan pertanian,” katanya.
Ia menambahkan sektor pertanian masih menjadi penopang ekonomi masyarakat melalui komoditas padi dan jagung, meski produksinya kerap mengalami fluktuasi akibat cuaca ekstrem dan fenomena El Nino.
Selain itu, nilai ICOR Kabupaten Mojokerto sejak 2018 hingga 2025 disebut berada di bawah rata-rata Jawa Timur yang menandakan investasi di daerah tersebut relatif lebih efisien.
Rizal menegaskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Mojokerto 2025–2029 untuk mewujudkan daerah yang lebih maju, adil, dan makmur.
“Hasil sensus nantinya akan menyediakan informasi mengenai struktur ekonomi, karakteristik usaha, hingga ekonomi digital dan ekonomi lingkungan yang dapat mendukung pengembangan UMKM, koperasi, BUMDes hingga pembangunan infrastruktur daerah,” tegasnya.
Turut hadir dalam rapat tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Mojokerto, Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Mojokerto, jajaran Forkopimda, OPD, camat se-Kabupaten Mojokerto, pihak swasta, hingga media. [tin/beq]






