Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto mengapresiasi prestasi yang diraih para atlet cabang organisasi olahraga masyarakat (COOM) yang tergabung dalam Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI), pada event Festival Olahraga Rekreasi Daerah Jawa Timur I (Forda I Jatim 2023) dan Festival Olahraga Masyarakat Nasional (Fornas) 2023.
Secara langsung, Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati memberikan penghargaan kepada pegiat olahraga masyarakat berprestasi di Pendopo Graha Maja Tama (GMT) Pemkab Mojokerto, Jum’at (1/3/2024) malam. Penerima penghargaan tersebut diantaranya, Alfian Tyas Ardiansyah dari Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI), Juara 2 Sepeda Lambat Putra pada event FORNAS.
Alfian Tyas Ardiansyah juga meraih Juara 1 Sepeda Lambat Putra pada event FORDA. Suliadi dari KOSTI juara 1 Karnaval Putra pada event FORNAS, Afiqa Abelia Mustafa dari Federasi Seni Panahan Tradisional Indonesia (Fespati) juara 1 U12 Putri pada event FORDA. Subianto dari KOSTI juara 2 Karnaval Putra pada event FORNAS, Muhammad Hilmidari dari Fespati juara 2 umum putra pada event FORNAS.
Muhammad Hilmidari juga meraih Juara 2 Umum putra pada event FORDA. Defi Yunia dari KOSTI juara 2 Sepeda Lambat pada event FORDA, Rifan Dwi A. dari Asosiasi Seni Tarung Tradisi (ASTA) juara 2 Kelas 47 Kg Junior Putra pada event FORDA, M Samrotul Ilmi dari Federasi Orientaring Nasional Indonesia (FONI) juara 2 Labirin Putra pada event FORDA.
Ferdiansyah Bayu Candra Ramadhani dari FONI juara 2 Junior Sprint Putra pada event FORDA. Dhimas Surendra Wisanggeni dari FESPATI juara 3 U12 Putra pada event FORDA, Lalyta Najwa Al Latif dari FESPATI juara 3 U12 Putri pada event FORDA, Muh. Alif Atha Arsyamin dari FESPATI,Top Scorer SD Kelas 4, 5, 6 Jarak 10m pada event FORNAS.
“Terima kasih, saya atas nama Pemerintah Kabupaten Mojokerto mengucapkan selamat dan terima kasih yang sebesar-besarnya atas prestasinya. Ini semuanya sebuah awal yang sangat luar biasa baru pertama kali bertanding sudah mendapatkan 12 medali, dan urutan ketujuh se Jawa Timur,” ungkapnya.
Dalam kesempaten tersebut, Bupati yang didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Mojokerto Teguh Gunarko serta bersama Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto Ayni Zuhro melakukan penandatanganan komitmen bersama. Hal itu dilakukan sebagai tanda dimulainya Gerakan Olahraga Tradisional untuk Generasi Muda Majapahit Jaya (Garda Gempita).
Serta untuk mendorong olahraga tradisional tersebut agar dikenal oleh anak-anak siswa SD dan SMP di Kabupaten Mojokerto. Tak hanya itu, agenda yang diinisiasi Kormi Kabupaten Mojokerto ini akan melibatkan secara aktif Disbudporapar, Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan (Dinkes) melalui puskesmas-puskesmas.
Yakni untuk menghitung dan memantau angka kebugaran siswa SD dan SMP di wilayahnya. Sementara Dinas Pendidikan memastikan bahwa olahraga tradisional dapat dikenal dan dilakukan oleh siswa SD dan SMP baik melalui jalur kurikulum maupun ekstrakurikuler, sehingga Garda Gempita ini bisa berjalan bertahap dan menyeluruh.
“Dengan olahraga tradisional ini akan betul-betul bisa menimbulkan tubuh yang sehat, bugar dan gembira. saya garis bawahi ini ada kata gembira itu sangat mahal dan ini bagian dari hal yang sangat penting dalam kesehatan kita nanti,” pungkas perempuan pertama di Kabupaten Moiokerto.
Diketahui, penandatanganan komitmen bersama Garda Gempita ini juga dilakukan oleh Ketua MKKS, Ketua KKKS, Ketua MGMP-PJOK, Ketua KKG-PJOK, Kepala Disbudporapar, perwakilan Kepala Dinas Pendidikan, perwakilan Kepala Dinas Kesehatan, Kormi Kabupaten Mojokerto. [tin/beq]






