Kediri (beritajatim.com) – Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri mengadakan pertemuan Peningkatan Kewaspadaan Covid-19 (Corona Virus Disease), atau lebih dikenal dengan sebutan virus Corona. Acara tersebut digelar di Ruang Jayabaya, Pemkab Kediri, Kamis )12/3/2020).
Pertemuan ini dihadiri Sekretaris Dinkes Kab. Kediri, Saeroni, SP, MM., Gito Hartono dari Dinkes Provinsi Jatim, dr. Hermawan Chrisdiono SP.P dari RSUD Pare, serta diikuti para Kepala Puskesmas se-Kabupaten Kediri.
Sekretaris Dinkes Kab. Kediri, Saeroni manyampaikan, pada tanggal 30 Januari 2020, WHO telah menetapkan wabah virus corona sebagai darurat kesehatan global atau Public Health Emergency of International Concern (PHEIC). Artinya, kedaruratan kesehatan masyarakat yang sudah meresahkan dunia.

Covid-19 merupakan virus jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Kegiatan deteksi dini dan respon dilakukan di pintu masuk wilayah untuk mengidentifikasi ada atau tidaknya kasus (dalam pengawasan, dalam pemantauan, probabel, konfimasi) 2019-ncov.
[berita-terkait number=”5″ tag=”virus-corona”]
“Rekomendasi standard yang dilakukan untuk mencegah penyebaran infeksi adalah dengan cuci tangan secara teratur, penerapan etika saat batuk dan bersin, serta memasak telur dan daging hingga matang. Selain itu hindari kontak dekat dengan orang yang mengalami gejala sakit pernafasan seperti batuk dan bersin,” lanjutnya.

Melalui pertemuan ini diharapkan peran seluruh peserta untuk memantau orang yang baru bepergian dari luar negeri, baik dari 3 negara tersebut ataupun dari 109 negara terjangkit.
Selanjutnya para peserta menyimak demo pemakaian Alat Pelindung Diri (APD), serta penyampaian materi terkait Covid-19 oleh Gito Hartono dan dr. Hermawan Chrisdiono SP.P. [adv kominfo/nm]






