Kediri (beritajatim.com) – Masalah Penyakit DBD (Demam Berdarah Dengue) menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Kediri. Mengingat kejadian pada 2018 silam dengan banyaknya kasus DBD, Bakesbangpol mengadakan Seminar Kewaspadaan Dini Bidang Kesehatan.
Acara yang digelar di Ruang Joyoboyo Kantor Pemkab Kediri ini mengundang seluruh kepala UPTD Puskesmas se-Kabupaten Kediri. Seminar tersebut dibuka oleh Kepala Baskesbangpol Drs. Mujahid, MM.

“Kejadian di tahun 2018 jangan sampai terulang lagi. Saya yakin pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan sudah sangat getol melaksanakan sosialisasi tentang pemberantasan sarang nyamuk DBD. Untuk menjaga dan mengantisipasinya, pemerintah terus terjun ke desa-desa dan membentuk Kader Jumantik, satu rumah satu kader. Dan kita ketahui, foging bukanlah solusi yang tepat untuk membasmi penyakit tersebut,” jelas Mujahid.
[berita-terkait number=”5″ tag=”kabupaten-kediri”]

“Salah satunya dengan melibatkan para pelajar di Kabupaten Kediri untuk menyukseskan gerakan 3M Plus. Jika satu anak bertanggung jawab di sekitar rumahnya, pasti kegiatan ini berjalan dengan maksimal. 3M Plus adalah solusi mencegah berkembang biaknya nyamuk aedes aegypti. Gerakan ini harus betul-betul terlaksana dengan masif, agar KLB DBD tidak terjadi di Kabupaten Kediri,” kata Drs. Mujahid. [adv kominfo/nng].






