Kediri (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Kediri memberikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi Jawa Pos Radar Kediri dalam menyelenggarakan Festival Kuno-Kini yang kini telah memasuki tahun ketiga. Dengan inovasi konsep yang selalu segar setiap tahunnya, festival ini terbukti sukses menjadi magnet utama yang menyedot ribuan masyarakat untuk berkunjung ke area Taman Hijau Simpang Lima Gumul (SLG).
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana melalui Wakil Bupati Dewi Mariya Ulfa menyebut bahwa Jawa Pos Radar Kediri senantiasa konsisten mengawal berbagai program serta kebijakan Pemerintah Kabupaten Kediri. Ia menekankan bahwa sinergi yang harmonis antara media dan pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam mengakselerasi pembangunan di wilayah Kabupaten Kediri.
Festival Kuno-Kini yang dijadwalkan berlangsung mulai 14 hingga 24 Mei 2026 ini melibatkan ratusan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Mbak Dewi meyakini bahwa agenda tahunan tersebut mampu menciptakan perputaran ekonomi yang signifikan bagi masyarakat.
“Festival semacam ini menjadi salah satu solusi untuk menumbuhkan semangat bagi para pelaku UMKM,” katanya saat menghadiri pembukaan Festival Kuno-Kini 2026 di area Taman Hijau Simpang Lima Gumul (SLG), Kamis malam (14/5/2026).
Mbak Dewi secara khusus menyoroti keunikan konsep Kuno-Kini tahun 2026 yang jauh lebih kaya. Selain menyajikan kuliner, festival ini juga mengintegrasikan elemen wastra, sastra, hingga kriya khas Kediri. Ia menilai, keberadaan unsur sastra menjadi nilai tambah yang langka dalam festival-festival modern saat ini.
“Kita tahu bahwa Kediri memiliki banyak kekayaan budaya, utamanya sastra. Dan ini menjadi salah satu poin penting dalam festival ini,” ungkapnya.
Melalui perhelatan ini, Mbak Dewi berharap masyarakat tidak sekadar datang untuk berwisata kuliner, tetapi juga semakin mengenal dekat hasil karya lokal Kediri. Mulai dari motif kain khas daerah, produk kriya, hingga berbagai inovasi kreatif yang dipamerkan di setiap stand diharapkan mampu memperkuat identitas budaya masyarakat.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Jawa Pos Radar Kediri, Kurniawan Muhammad, menjelaskan bahwa tema “Kuno-Kini” secara filosofis menggabungkan unsur masa lalu dan masa kini dalam satu ruang kolaborasi. Ia mencatat tren positif partisipasi peserta yang terus meningkat tajam dalam tiga tahun terakhir.
Jika pada tahun 2024 jumlah peserta mencapai 215 stand dan meningkat menjadi 245 stand pada 2025, maka tahun 2026 jumlah peserta dibatasi sebanyak 348 stand dari total 500 pendaftar yang antusias ingin bergabung.
“Sehingga masyarakat bisa menikmati berbagai macam hasil kreativitas atau hasil olahan dari masyarakat,” ucapnya. [ADV PKP/nm/but]






