Bojonegoro (beritajatim.com) — Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Sosial mulai menyalurkan bantuan sosial (bansos) kepada ribuan keluarga rentan di wilayahnya. Total anggaran yang digelontorkan mencapai sekitar Rp14,15 miliar dan mulai dicairkan pada Maret 2026, menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Bantuan ini menyasar delapan kelompok penerima manfaat, mulai dari anak yatim piatu, penyandang disabilitas, penderita penyakit kronis, hingga lansia yang hidup sebatang kara.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro Agus Susetyo mengatakan, penyaluran bansos dilakukan dengan mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) agar bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Menjelang Idul Fitri, sekitar Rp14,15 miliar sudah kami cairkan pada bulan Maret. Jika masih ada penerima yang belum terakomodasi, akan dilanjutkan pada pencairan tahap berikutnya melalui P-APBD,” ujarnya, Kamis (12/3/2026) saat kegiatan penyaluran bansos di Pendopo Kecamatan Kasiman.
Secara rinci, bantuan sosial tersebut diberikan kepada beberapa kelompok penerima. Bantuan untuk anak yatim, piatu, dan yatim piatu terlantar non panti menjadi salah satu yang terbesar, dengan sasaran 3.006 anak. Masing-masing menerima Rp1,5 juta dengan total anggaran sekitar Rp4,5 miliar.
Selain itu, bantuan juga diberikan kepada 1.644 penyandang disabilitas berat dengan total sekitar Rp2,49 miliar, serta 1.729 penderita penyakit kronis yang memperoleh bantuan dengan total sekitar Rp2,59 miliar.
Dinas Sosial juga menyalurkan bantuan bagi 263 eks orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) senilai total Rp394,5 juta, 34 penyandang disabilitas produktif dengan total Rp68 juta, serta bantuan bagi korban tindak kekerasan dan keluarga anak terlantar.
Kelompok penerima lainnya adalah lansia tunggal, lansia sebatang kara, serta penyandang disabilitas, yang jumlahnya mencapai 6.739 orang dengan total bantuan sekitar Rp4,04 miliar.
Sementara itu, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono sebelumnya menegaskan bahwa pemerintah memiliki kewajiban untuk memastikan masyarakat rentan mendapatkan perhatian dan perlindungan sosial. Menurutnya, peran pemerintah desa sangat penting dalam memastikan data penerima bantuan benar-benar akurat.
“Pemerintah punya tanggung jawab memastikan masyarakat, terutama keluarga rentan, mendapat perlindungan sosial. Karena itu peran kepala desa sangat penting dalam menyediakan data yang valid agar bantuan tepat sasaran,” ujarnya.
Bagi sebagian warga, bantuan ini memiliki arti penting. Munir, warga Desa Tembeling, Kecamatan Kasiman, yang menjadi wali dari Sultan Mahmud Hidayatullah, salah satu penerima bansos anak piatu, mengaku bersyukur atas perhatian pemerintah daerah.
“Kami sebagai wali mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Bojonegoro yang selama ini sudah membantu anak kami. Semoga bantuan ini bermanfaat dan membawa berkah,” katanya.
Penyaluran bansos tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban keluarga rentan, terutama menjelang perayaan Idul Fitri 1447 H ketika kebutuhan rumah tangga biasanya meningkat. [lus/aje]






