Ponorogo (beritajatim.com) – Bukan kekurangan kursi, melainkan kelebihan peminat yang kini menjadi tantangan penyelenggaraan haji di Ponorogo. Di saat kuota resmi belum bertambah, jumlah calon jemaah haji (CJH) yang telah melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) justru sudah melampaui jatah kursi yang tersedia.
Kantor Kementerian Haji dan Umrah (KHU) Ponorogo mencatat sebanyak 572 CJH telah melunasi Bipih. Sementara itu, kuota haji yang diterima kabupaten ini hanya 547 kursi. Selisih tersebut membuat puluhan jemaah harus menunggu kepastian, sembari berharap adanya tambahan kuota dari mekanisme tingkat provinsi.
Kepala KHU Ponorogo, Marjuni, menyebutkan bahwa dari total pelunasan tersebut, 445 merupakan CJH reguler dan 127 lainnya berstatus jemaah cadangan. Pelunasan Bipih dilakukan dalam dua tahap yang ditutup pada 9 Januari lalu. Rinciannya, 403 CJH melunasi pada tahap pertama, sementara 169 CJH pada tahap kedua.
“Dari 572, ada 127 jemaah cadangan yang sudah melakukan pelunasan. Mereka siap berangkat sewaktu-waktu menggantikan kursi jemaah yang batal berangkat,” kata Marjuni, Rabu (21/1/2026).
Secara perhitungan, terdapat 25 CJH yang telah melunasi Bipih namun belum masuk kuota pemberangkatan. Namun, peluang keberangkatan tetap terbuka, mengingat kuota haji dikelola secara kolektif di tingkat Jawa Timur.
“Karena kuota jemaah itu se-Jatim. Jadi harus menunggu yang batal se-Jatim dikumpulkan. Baru kemudian dikembalikan lagi ke daerah, ada atau tidaknya tambahan kuota untuk mengisi yang tertunda atau gagal berangkat itu,” jelasnya.
Hingga kini, KHU Ponorogo masih menunggu kepastian jadwal resmi dari kementerian terkait keberangkatan jemaah. Meski demikian, CJH asal Ponorogo dipastikan masuk kloter awal dan diperkirakan akan berangkat paling lambat April mendatang.
Dengan sisa waktu sekitar tiga bulan, pihak KHU Ponorogo berharap seluruh CJH, baik reguler maupun cadangan, dapat menyiapkan diri secara optimal, terutama dalam aspek kesehatan, kesiapan mental, serta pendalaman manasik haji, sembari menanti keputusan akhir terkait tambahan kuota. (end/kun)






