Gresik (beritajatim.com) – Tahapan pemilu serentak sudah dimulai. Terkait dengan itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gresik melakukan sosialisasi dan kordinasi persiapan seleksi pembentukan badan ad hoc. Lembaga penyelenggara pemilu itu, membutuhkan ribuan relawan mulai dari panitia pemilihan kecamatan (PPK) maupun panitia pemungutan suara (PPS).
Relawan yang dibutuhkan itu rinciannya, lima PPK di 18 kecamatan dan tiga PPS yang bertugas di masing-masing desa, dan kelurahan.
Ketua KPU Gresik Akhmad Roni mengatakan, di Kabupaten Gresik terdapat 330 desa dan 26 kelurahan. “Dari jumlah itu, belum termasuk perangkat penyelenggara lainnya. Asumsi kami kebutuhan relawan mencapai 35 ribu,” katanya, Jumat (4/11/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”KPU-Gresik”]
Terkait dengan kebutuhan itu lanjut dia, KPU Gresik tengah menunggu Peraturan KPU (P-KPU) dari Pusat yang mengatur tentang mekanisme tahapan pemilu mendatang. Hal itu juga untuk menentukan jumlah pasti relawan. “Semua itu disesuaikan dengan jumlah pemilih, jumlah tempat pemungutan suara (TPS), dan kebutuhan lainnya,” ujarnya.
Masih menurut Roni, persiapan yang matang sangat diperlukan. Salah satunya dengan aktif menjalin koordinasi antar lembaga kecamatan dan dan desa. “Ini tidak lain untuk meningkatkan partisipasi masyarakat untuk mendaftar,” paparnya.
Sementara itu, Komisioner Divisi SDM dan Parmas KPUD Gresik Makmun menyatakan bahwa proses rekruitmen PPK dan PPS akan menggunakan Sistem Informasi Anggota KPU dan Badan Adhoc (SIAKBA). Yakni, aplikasi baru milik KPU dengan sistem teknologi informasi berbasis web. “Sesuai semangat pemerintah untuk memaksimalkam informasi berbasis digitalisasi,” tandasnya. [dny/kun]






