Jakarta (beritajatim.com) – Peran aktif pemuda diharapkan tidak lagi menjadi objek, tetapi subjek dalam politik dalam Pemilu 2024. Apalagi pemuda paling dominan dalam menolak isu penundaan Pemilu 2024.
Ketua Bidang Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPN Partai Gelora Rico Marbun mengatakan, pemilih muda mencapai angka yang sangat besar, sekitar 60 persen. Jika melihat demografis, itu usianya antara 17-40. Jadi artinya dari dua pertiga pemilih, 60 persen itu pemilih muda, itu pangsa pasar yang sangat besar. Ini yang akan diperebutkan oleh semua partai politik, termasuk Partai Gelora.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemilu-2024″]
“Jumlah pemilih muda saat ini mencapai 60 persen dari jumlah pemilih secara keseluruhan. Sehingga menjadi pasar yang sangat potensial untuk diperebutkan suaranya dalam Pemilu 2024,” ujar Rico.
Karenanya, dia menekankan, pemuda harus menjadi subjek dalam politik, tidak menjadi komoditas politik, karena besarnya jumlah demografi tersebut. “Kita jangan terjebak terus dari sisi demografi, istilahnya hanya memperjuangkan aspirasi generasi muda terus, tetapi harus ada pelibatan secara aktif pemuda atau pemilih muda,” ujarnya. [kun]






