Gresik (beritajatim.com) – Pembangunan reservoir di Terminal Bunder Gresik kembali dikebut. Sudah satu bulan, sejak 5 Mei 2023 lalu CV Kalembo Ade Mautama, pemenang tender memulai kontrak pekerjaan tersebut. Reservoir itu harus sudah selesai pada 1 Desember 2023 mendatang.
Pembangunan reservoir ini merupakan proyek tahun 2022. Tahun lalu pekerjaan tidak selesai lantaran terjadi permasalahan. Akhirnya rekanan dilakukan putus kontrak dengan capaian progres tahun lalu sebesar 53 persen.
Bangunan itu sebetulnya sudah berdiri tembok. Namun masih terlihat semennya. Di bagian atas bangunan itu juga masih terlihat balok kayu yang sebelumnya digunakan untuk pengecoran. Reservoir itu berada di komplek Terminal Bunder. Dibangun dengan tempat penampungan air dan satu gedung control.
Kepala Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DCKPKP) Kabupaten Gresik Ida Lailatus Sadiyah mengatakan, saat ini pekerjaan sudah dimulai. Untuk pekerjaan tahun ini sudah berprogres sebesar 1,71 persen atau melebihi target yang ditentukan yakni 1,23 persen.
“Reservoir itu harus selesai tahun 2023 ini. Sebab, jaringan pipa air untuk distribusi sudah terpasang sejak tahun lalu. Nantinya, pipa-pipa itu terhubung dengan reservoir untuk memperlancar distribusi. Kontraknya 1 Desember 2023 mendatang. Jadi harus selesai karena tinggal menyelesaikan pekerjaan tahun lalu,” katanya.
BACA JUGA:
Tempat Relokasi Pedagang Imbas Pelebaran Jalan Manyar Gresik Belum Selesai
Berdasarkan laman LPSE Gresik, lanjutan pembangunan reservoir bunder ini memiliki pagu anggaran sebesar Rp 7 miliar. Setelah dilakukan lelang, proyek tersebut jatuh di harga Rp 4,7 miliar.
Di tahun 2023 ini, lanjut Ida, masih banyak pekerjaan yang belum dikerjakan tahun lalu. Tahun 2023 dilakukan pekerjaan hingga tuntas.
“Ada plat atap tandon, rumah pompa dan operator, hingga instalasi lainnya. Semua itu terus berprogres 53 persen di tahun 2022,” tandasnya. [dny/but]






