Surabaya (beritajatim.com) – Pembangunan Mass Rapid Transportation (MRT) di Surabaya, Jawa Timur tampaknya akan segera terealisasi. Pasalnya, Gubernur Khofifah Indar Parawansa semakin mematangkan rencana pembangunannya.
Bahkan, Khofifah dalam waktu dekat ini telah bertemu dengan tim Japan International Coorporation Agency (JICA), Yasui Takehiko, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Adapun pertemuan tersebut membahas tentang laporan hasil survei awal tentang pembangunan MRT di Surabaya. JICA sendiri merupakan badan kerjasama internasional Jepang yang mendukung pengadaan MRT ini.
Pada dasarnya hal ini merupakan salah satu rencana Perpres 80 tahun 2019 perihal percepatan pembangunan di Jawa Timur. Sehingga rencana pembangunan MRT ini tidak hanya untuk wilayah Surabaya saja, melainkan juga daerah-daerah lain seperti Gresik, Sidoarjo, Lamongan, Bangkalan, Mojokerto, dan lainnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”surabaya”]
Pembangunan MRT merupakan proyek yang besar, tak ayal jika membutuhkan pendanaan yang cukup besar pula. Selain itu, untuk membangun proyek ini juga membutuhkan pembiayaan dengan skema Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) dan sistem investasi.
Seluruh perencanaanpun harus digarap dengan semaksimal mungkin agar transportasi publik dapat terintegrasi dengan nyaman sekaligus aman. Sebagaimana tujuan MRT pada dasarnya, yakni untuk kebutuhan masyarakat umum dalam mengurai titik kemacetan di jam-jam padat. Selain itu juga untuk mendorong perekonomian di wilayah aglomerasi Surabaya Raya dan daerah lain di Jawa Timur.
Adapun pembangunan MRT mungkin akan dimulai dari pintu masuk ke Surabaya, yang terhubung dari Bundaran Waru. Di mana lokasi ini merupakan titik temu dari Kabupaten Sidoarjo, Mojokerto, dan Jombang. Untuk studi kelayakan MRT jika memungkinkan rencananya akan dimulai tahun depan. (fyi/nap)






