Gresik (beritajatim.com) – Pembangunan Jembatan Kacangan yang ambruk di Desa Bulurejo, Kecamatan Benjeng, Gresik, terus dikebut. Langkah tersebut diambil karena sampai saat ini proyek tersebut baru berjalan 30 persen, padahal pembangunan ditarget selesai pada akhir 2022.
Seperti diketahui, jembatan dengan panjang 100 meter itu ambruk akibat pondasinya tergerus arus Sungai Lamong. Hal menyebabkan aktivitas Kecamatan Benjeng dengan Kecamatan Kedamean, dan Menganti terganggu.
Untuk membangun Jembatan Kacangan tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU-TR) setempat menggelontorkan anggaran Rp13 miliar yang diambil dari APBD 2022.
Sedangkan pemenang lelang proyek pembangunan jembatan itu, dimenangkan oleh PT Bangun Mulya Tan Abadi selaku pelaksana proyek pembangunan.
Kepala DPU-TR Gresik Achmad Hadi menuturkan, rekonstruksi Jembatan Kacangan terus berprogres sampai di awal Oktober 2022. Proses telah berjalan sekitar 30 persen dengan pembongkaran konstruksi jembatan lama.
“Sekarang dalam tahap penyelesaian pekerjaan struktur bawah berupa pemasangan tiang pancang di area pilar, dan dua area abutmen sisi utara dan selatan,” tuturnya, Kamis (13/10/2022).
[berita-terkait number=”3″ tag=”Gresik”]
Hadi menambahkan, di bulan ini pelaksana proyek juga sedang menyelesaikan pilecap
untuk tumpuan rangka atas jembatan di pilar dan abutmen. Selanjutnya untuk pekerjaan pemasangan struktur atas.
“Bulan depan kami menargetkan pemasangan erection atau rangka baja jembatan serta pemasangan girder jembatan. Sehingga, kalau sudah terpasang rangka baja sesuai jadwal maka progresnya akan naik signifikan,” imbuhnya.
Hadi melanjutkan di Desember 2022, baru dimulai pekerjaan lantai, trotoar dan opritan serta aspal jembatan. Termasuk bangunan pelengkap lainnya seperti pagar dan railing.
“Semoga kondisi cuaca tetap mendukung dengan posisi air Kali Lamong tidak sampai di atas tanggul. Harapannya, pekerjaan pembangunan Jembatan Kacangan terus dapat berlanjut sampai selesai di akhir tahun 2022,” tandasnya. [dny/beq]






