Lamongan (beritajatim.com) – Masuknya pemain muda Persela Lamongan, Muhammad Affani Ubaidillah, dalam daftar pemain yang dipanggil untuk mengikuti seleksi Timnas Indonesia U-20, turut membuat Aji Santoso bangga.
Aji Santoso menjadi salah satu sosok yang memiliki andil penting di balik peningkatan karir pemain muda Persela Lamongan, Muhammad Affani Ubaidillah, hingga mendapatkan panggilan seleksi Timnas U-20.
Saat menangani Persela di awal musim ini, Aji Santoso membukakan pintu bagi Affani yang sebelumnya berada di Akademi Persela, untuk naik ke level profesional, dengan memasukkan pemain berusia 18 tahun itu ke dalam tim senior.
“Alhamdulillah saya ikut bangga dengan berita ini, karena saya ambil Fani hanya dari tingkat Porprov (Pekan Olahraga Provinsi), lalu saya ajak ke Persela, karena saya tau persis Fani pemain muda yang punya potensi bagus ke depan,” kata Aji, saat dikonfirmasi, Sabtu (29/11/2025).
Sebagai sosok pelatih yang dikenal piawai memoles dan mengorbitkan pemain muda, Aji Santoso membimbing dan memberikan kepercayaan kepada Affani.
Juru taktik berusia 55 tahun itu memberikan kesempatan Affani menjalani debut pada pekan keempat Championship. Saat itu Persela menjamu Persipura Jayapura di Stadion Surajaya.
Aji masih ingat betul, bagaimana dirinya membangun kepercayaaan diri Affani. Termasuk dengan mewanti-wanti pemain lain untuk tidak memarahi Affani ketika melakukan kesalahan di laga debutnya.
Perlindungan yang tergolong ekstra tersebut diberikan Aji, agar Affani bisa mengelurkan kemampuan terbaiknya, tanpa dibayangi rasa takut. Dengan demikian, mentalitas Affani dapat tumbuh dengan semestinya.
“Saya masih ingat ketika meeting sebelum pertandingan perdana (Affani) di level Championship. Saat itu saya sampaikan ke semua pemain, agar tidak ada yang boleh satupun pemain yang marah atau berekspresi negatif terhadap Fani, walaupun Fani melakukan kesalahan di lapangan. Ucapan saya ini yang membuat Fani percaya diri,” ujar pelatih yang saat ini menahkodai PSPS Pekanbaru itu.
Meski sudah tidak lagi berada dalam satu tim dan tidak berinteraksi secara langsung, tapi Aji selalu mengamati setiap perkembangan Affani bersama Laskar Joko Tingkir.
“Dan sekarang kalau saya lihat, ketika main sudah tidak ada lagi ketegangan atau grogi di dalam lapangan. Sekarang sudah memeliki kepercayaan diri,” ucapnya.
Aji menilai bahwa pemanggilan seleksi Timnas U-20, menjadi bukti bahwa proses pertumbuhan Affani sebagai pesepakbola, berjalan ke arah yang tepat.
Tapi Aji menegaskan, pencapaian ini bukanlah tujuan akhir, melainkan baru langkah awal bagi pemain kelahiran 2007 itu untuk menapaki level yang lebih tinggi.
Menurut Aji, Affani memiliki modal teknik dan keberanian yang jarang dimiliki pemain seusianya. Namun yang tak kalah penting, Affani juga menunjukkan karakter kerja keras selama berada di bawah asuhannya.
“Ini masih awal dari sebuah proses untuk mencapai cita-cita menjadi pemain besar. Pesan saya, latihan lebih serius lagi, lebih giat lagi, disiplin, kerja keras, dan tetap rendah hati,” pesan Aji.
Lebih lanjut Aji menyampaikan, Affani telah melewati tahapan yang tidak mudah untuk sampai pada titik ini. Dan kesempatan seleksi Timnas U-20 menjadi hal yang memang pantas didapatkan Affani.
“Meskipun ini masih tahapan seleksi (Timnas U-20), ini merupakan prestasi yang bagus. Dan Alhamdulillah pandangan saya melihat potensi Fani tidak salah. Dia kelahiran 2007, usia 18 tahun, tapi dengan potensi itu, saya berani menurunkan dia di pertandingan kompetisi resmi, yang sebelumnya dia tidak punya pengalaman kompetisi profesional sama sekali. Sekali lagi, selamat buat Fani, coach ikut bangga sama Fani,” tutur Aji. (fak/ted)






