Surabaya (beritajatim.com) – Sempat mendapat sorotan akibat kurang moncernya kualitas pemain asing Persebaya, kini pelan-pelan terjawab sudah. Pelatih Persebaya, Aji Santoso mengaku, keempat pemain asingnya, saat ini kian melebur dan matang.
Aji mencontohkan Sho Yamamoto, yang pertama kali dianggap kualitasnya tidak sebagus Taisei Marukawa. Namun seiringnya waktu, Yamamoto mampu menjawab dengan nada sumir tersebut dengan penampilan ciamik di setiap laga.
Begitu juga Leo Lelis. Aji tetap memberi kesempatan untuk Lelis agar bisa membuktikan kemampuannya. Alhasil, Lelis saat ini justru menjadi tumpuan lini belakang Persebaya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”Persebaya”]
“Ya saya memberikan kesempatan dulu dan melihat bagaimana pemain kami bekerja, jangan asal nilai dulu. Terutama Sho, diawal banyak sekali orang tidak percaya, namun seiring berjalannya waktu dia mengalami banyak peningkatam. Bahkan statistiknya lebih bagus dari Taisei Marukawa,” ungkap Aji.
Lebih lanjut, bukan hanya pemain asingnya yang menjadi sorotan tajam, pemain lokalnya seperti Ahmad Nufiandi, juga semakin moncer meski bermula sebagai second player.
Tapi, Aji mengaku tidak perlu menjelaskan secara detail bagaimana perubahan pemain yang juga prajurit TNI itu ditangannya. “Biar orang menilai. Bahkan contoh yang paling jelas Nufiandani. Di Persik tidak pernah masuk tim, tapi disini moncer. Sama dengan Rumere, bahkan pemain internal kami juga semakin baik dan orang diluar yang bisa menilai,” imbuhnya.
Kesuksesan para pemain lokal dan asing ini tak luput dari otak-atik Aji Santoso memoles pemain dan meracik strategi. Bahkan, Maumere selalu disebut Aji memiliki kelebihan bermain di lebih dari satu posisi.
“Dia pemain lebih dari satu posisi, dia bermain bagus walau ada beberapa bola mudah hilang. Namun dari gol yang dibuat, dia berkelas dan kemungkinan besar dia akan saya plot sebagai striker,” tutup Aji.
Beberapa pemain Persebaya memang menjadi perbincangan banyak khalayak, bagaimana mereka bermain cukup apik saat dipoles Aji Santoso. (way/kun)






