Surabaya (beritajatim.com) – Emosi Riswan Lauhin memang tidak bisa terkontrol karena merasa ada sesuatu hal yang merugikan Persebaya. Sayangnya di akhir pertandingan pemain muda asal Ternate ini mendapatkan kartu merah.
Pelatih Persebaya SurabayaAji Santoso mengatakan, dirinya memang menyesalkan adanya insiden kartu merah di akhir pertandingan. Namun Aji sadar, pemain kelahiran 8 Agustus 1998 ini belum memiliki banyak pengalaman di Liga 1.
“Riswan ini memang belum banyak pengalaman. Dia punya semangat berlebihan untuk timnya, tidak masalah. Dia sudah fight membela klubya. Jadi ini pelajaran untuk dia. Pada pertandingan kedepan lebih berhati-hati,” ungkap Aji, Minggu (26/3/2023).
Mendapat satu merah otomatis Riswan tak bisa diturunkan dalam pertandingan ke depan, namun mantan pelatih Persela Lamongan ini menjelaskan bahwa saat melawan PSIS Semarang pemain berusia 24 tahun ini tetap bisa bermain karena laga tunda sebelumnya.
BACA JUGA:
Persebaya Tundukkan Persikabo 1973, Skor 3-2
“Lawan PSIS Semarang Riswan masih bisa main karena kan partai tunda pertandingannya. Baru nanti lawan Persija tidak bisa main. Karena itu masih laga lanjutan. Ini pelajaran buat mereka supaya bisa mengontrol emosinya,” ungkap Aji.
Diketahui sebelumnya, kemenangan Persebaya atas Persikabo 1973 pada laga tunda pekan ke-18 BRI Liga 1 2022/2023 sedikit ternoda. Pasalnya, salah satu penggawa tim Kota Pahlawan mendapat kartu merah.
Pemain yang dimaksud adalah Riswan Lauhim. Bek kelahiran Ternate tersebut terlibat keributan dengan Pedro Henrique setelah laga berakhir, dan wasit memberikan kartu merah. [way/suf]






