Surabaya (beritajatim.com) – Pernahkah mendengar kata Kalender Jawa? Ini merupakan sistem penanggalan yang digunakan oleh sebagian masyarakat Indonesia dalam menentukan hari baik dan buruk untuk melakukan sesuatu seperti pernikahan.
Faktanya, kalender Jawa menggabungkan sistem penanggalan Islam, Hindu, dan Julian yang berasal dari budaya barat atau Romawi. Selain itu, bahkan di era saat ini penanggalan Jawa masih dipertahankan dan digunakan dengan berbagai alasan.
Namun, sebenarnya apa itu Kalender Jawa?
Jadi, Kalender Jawa merupakan sistem penanggalan yang digunakan oleh kerajaan Mataram di masa pemerintahan Sultan Agung Adi Prabu Hanyakrakusuma. Bedanya dari penanggalan biasa, sistem penanggalan Jawa menggunakan dua siklus hari.
Jadi keduanya adalah siklus mingguan yang terdiri dari tujuh hari mulai dari Ahad hingga Sabtu dan siklus pekan pancawara yang terdapat lima hari pasaran. Selain itu, Penanggalan Jawa biasa digunakan untuk mengetahui weton kelahiran atau mencari hari baik.
Nama bulan dalam penanggalan Jawa adalah Sura, Sapar, Mulud, Bakdamulud, Jumadilawal, Jumadilakhir, Rejeb, Ruwah, Pasa, Sawal, Dulkangidah, dan Besar.
Penanggalan Kalender Jawa 2021 dimulai dari tahun Jawa 1954 dan berakhir tahun Jawa 1955. Untuk lebih lengkapnya , inilah kalender Jawa 2021 beserta hari, pasaran, dan wuku.
Penanggalan Jawa ini yang bisa digunakan untuk memperhitungkan hari baik. Siklus Pancawara yang terdapat pada Penanggalan Jawa .
Pahing
Nama ini dijadikan sebagai pasaran pahing. Tentu saja, hal ini berkaitan dengan warna merah dengan letak posisi di selatan. Selain itu, Pasaran pahing diibaratkan mengandung unsur api.
Pon
Nama lain dari hari pada penanggalan kalender Jawa adalah pon. Beda dengan Pahing, pon bertempat di barat yang mengandung unsur air.
Namun, jika dilihat dari segi warna hari pasaran pon identik dengan kuning.
Wage
Hari ketiga dalam Pancawara adalah wage Pasaran wage berada di utara dengan mengandung unsur tanah. Hari pasaran ini berkaitan dengan warna hitam.
Kliwon
Kata Kliwon diartikan sebagai asih atau melambangkan jumeneng. Biasanya hari pasaran kliwon identik dengan warna abu-abu sedangkan posisinya ada di tengah.
Legi
Nama hari terakhir dari penanggalan Jawa adalah legi. Arti dari kata Legi adalah manis yang dilambangkan dengan mungkur. Ketika dikaitkan dengan warna, maka hari pasaran legi identik dengan putih.Sedangkan letak posisinya adalah timur.
Penggunaan dalam perhitungan Hari Baik dalam Kalender Jawa bagi sebagian masyarakat masih percaya untuk menentukan hari baik. [prd/tur]






