Lamongan (beritajatim.com) – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lamongan memberikan pelatihan kepada penjaga perlintasan kereta api guna menekan potensi kecelakaan, terutama menjelang peningkatan volume kendaraan saat arus mudik dan balik.
Pelatihan yang dilaksanakan di Gedung Rupatama Tatag Trawang Tungga Polres Lamongan tersebut diikuti para relawan Penjaga Jalur Lintasan (PJL) dari berbagai wilayah di Kabupaten Lamongan.
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai instansi terkait, di antaranya Kepala Cabang PT Jasa Raharja Bojonegoro Heri, Kabid Angkutan Dinas Perhubungan Kabupaten Lamongan Tony Ariyanto, perwakilan PT Kereta Api Indonesia Daop VIII M. Ansori, tim medis Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) RS Muhammadiyah Lamongan, serta jajaran Satlantas Polres Lamongan.
KBO Satlantas Polres Lamongan Iptu Hadi Siswanto menyampaikan apresiasi kepada seluruh narasumber dan peserta yang hadir, khususnya para relawan penjaga perlintasan kereta api sebidang yang selama ini turut berperan menjaga keselamatan masyarakat.
“Perlintasan kereta api masih menjadi salah satu titik rawan kecelakaan. Karena itu, kami ingin para penjaga lintasan semakin memahami tugasnya dan meningkatkan kewaspadaan di lapangan,” kata Hadi, Kamis (5/3/2026).
Kabid Angkutan Dinas Perhubungan Lamongan Tony Ariyanto menjelaskan, perlintasan sebidang merupakan perpotongan antara jalur kereta api dan jalan raya pada satu bidang tanah yang sama. Kondisi tersebut memiliki tingkat kerawanan tinggi apabila tidak diimbangi kedisiplinan petugas maupun pengguna jalan.
“PJL memiliki peran vital dalam menjaga keselamatan perjalanan kereta api sekaligus kelancaran arus lalu lintas. Kedisiplinan dan kewaspadaan menjadi kunci utama,” tegasnya.
Selain materi regulasi dan teknis pengamanan lintasan, peserta juga mendapatkan pembekalan penanganan darurat dari tim medis RS Muhammadiyah Lamongan.
Materi Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) diberikan agar para PJL mampu melakukan langkah awal penanganan saat terjadi insiden sebelum petugas medis tiba di lokasi.
Dalam pelatihan tersebut, para PJL juga diingatkan untuk selalu memiliki dan menyimpan nomor kontak penting seperti Puskesmas, rumah sakit, dan Polsek terdekat guna mempercepat respons saat terjadi kecelakaan.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Lamongan Ipda M. Hamzaid berharap pelatihan ini dapat meningkatkan kapasitas dan keterampilan para penjaga lintasan.
“Harapannya, dengan pelatihan ini, potensi kecelakaan di perlintasan kereta api sebidang di wilayah Lamongan dapat diminimalisir,” ucapnya. [fak/beq]






