Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto terus mendorong pengembangan industri batik lokal sebagai bagian dari pelestarian budaya sekaligus penguatan ekonomi kreatif perempuan. Hal tersebut diwujudkan melalui pelatihan membatik bagi pengurus dan anggota TP PKK se-Kota Mojokerto yang digelar di Sentra IKM Batik Maja Bharama Wastra Kota Mojokerto.
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari dan turut dihadiri Ketua TP PKK Kota Mojokerto Lina Desriana Arisandi. Dalam pelatihan tersebut, para peserta tidak hanya mempelajari teknik membatik, tetapi juga didorong untuk melihat batik sebagai peluang usaha yang menjanjikan.
Dalam sambutannya, Ning Ita (sapaan akrab, red) menyampaikan bahwa batik bukan sekadar warisan budaya, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang besar. “Batik sudah ditetapkan UNESCO sebagai warisan budaya tak benda. Berarti ibu-ibu yang hari ini belajar membatik ikut menjadi bagian dari pelestarian budaya,” ungkapnya, Selasa (19/5/2026).
“Batik tidak hanya memiliki nilai sejarah atau budaya, tetapi juga ada nilai ekonomi. Melalui batik bisa tercipta banyak produk ekonomi kreatif,” katanya.
Saat ini, Kota Mojokerto telah memiliki 134 motif batik yang terdaftar Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Sejumlah motif terinspirasi dari filosofi budaya Majapahit, seperti Batik Bunga Matahari dan Gapuro Surya yang kini menjadi identitas wastra khas Kota Mojokerto. Pemkot Mojokerto juga terus memperluas promosi batik lokal melalui berbagai ajang fashion nasional.
Dalam tiga tahun terakhir, batik khas Kota Mojokerto rutin tampil dalam Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) bersama karya desainer dari berbagai daerah di Indonesia. Ning Ita menilai tren fashion di kalangan anak muda saat ini semakin membuka peluang bagi perkembangan industri batik. Penggunaan wastra dalam karya fashion modern dinilai menjadi sinyal positif bagi masa depan batik lokal.
“Saya melihat anak-anak muda sekarang sudah berani menggunakan batik dalam karya fashion mereka. Ini menunjukkan batik punya potensi ekonomi yang sangat luas dan sangat layak dikembangkan,” tegasnya. [tin/but]







