Surabaya (beritajatim.com) – Persebaya Surabaya memilliki catatan tersendiri saat melawan Borneo FC di putaran pertama. Pasalnya salah satu pemain asing tim asal Samarinda, Key Hirose sempat mencederai Koko Ari di pertandingan putaran pertama Liga 1 tersebut.
Kejadian ini rupanya membuat pelatih Persebaya Aji Santoso memwanti-wanti kepada para pemainnya untuk lebih berhati-hati. Menurut Aji para pemainnya boleh bermain keras saat bertanding melawan Diego Michelle dkk. Hanya saja yang perlu diingat mereka tidak bermain kasar.
“Saya pikir dalam sepak bola bermain keras wajar terjadi, tapi jangan bermain kasar. Tentu itu beda artinya, antara kasar dan keras,” ungkap Aji.
[berita-terkait number=”3″ tag=”persebaya-surabaya”]
Lebih lanjut dikatakan Aji, ia masih mengingat di putaran pertama pemain asing asal Jepang, Key sempat melukai Koko Ari. Namun ia telah meminta maaf atas perbuatannya yang tidak disengaja. “Saya pikir tidak perlu membalas karena besok fokus pada pertandingan saja. Apalagi Key sudah meminta maaf. Mudah-mudahan tidak terjadi kembali hal semacam itu,” ungkapnya.
Ia pun memberi wejangan kepada para pemainnya untuk tidak menjadikan ajang balas dendam pertandingan melawan Borneo FC, Jumat (3/2/2023). Di putaran pertama laga away, Key Hirose melakukan pelanggaran kepada pemain asal Kota Surabaya.
Saat itu, pertandingan baru berlangsung 15 menit, Kei Hirose menginjak tulang kering kaki kanan Koko Ari. Selanjutnya, pemain Persebaya Surabaya ini terpaksa ditandu keluar dari lapangan oleh tim medis dan digantikan Althariq Ballah. [way/suf]






