Surabaya (beritajatim.com) – Persebaya Surabaya gagal meraih poin penuh saat menjamu Dewa United pada lanjutan kompetisi Liga 1. Bermain di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Minggu (1/2/2026) malam, tim berjuluk Bajul Ijo hanya mampu bermain imbang 1-1.
Pelatih Persebaya Bernardo Tavares mengaku kecewa dengan hasil akhir pertandingan tersebut. Meski begitu, ia menilai performa anak asuhnya di babak pertama sudah berjalan sesuai rencana dan mampu menciptakan sejumlah peluang berbahaya.
“Atmosfer suporter sangat luar biasa. Sayangnya, hasilnya tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Saya menyukai permainan kami di babak pertama. Kami memiliki dua peluang, bermain cepat, mengalirkan bola ke sisi lapangan dengan cepat, serta transisi menyerang dan bertahan yang bagus,” ujar Tavares usai laga.
Persebaya sempat unggul lebih dulu melalui gol Francisco Rivera pada menit ke-23. Namun keunggulan tersebut tidak bertahan lama setelah Dewa United menyamakan kedudukan lewat tendangan K. Rizky di menit ke-30.
Memasuki babak kedua, Tavares menilai ritme permainan timnya terganggu akibat banyaknya waktu yang terbuang karena pemain lawan mengalami cedera dan memperlambat jalannya pertandingan. Kondisi tersebut dinilai membuat Persebaya kesulitan mengembangkan permainan, meski sempat unggul jumlah pemain.
“Di babak kedua, karena tim lawan membuang banyak waktu dan ada satu pemain mereka yang cedera, kami butuh waktu terlalu lama untuk mengubah arah permainan. Saya rasa kami bisa bermain lebih baik dengan keunggulan satu pemain, tapi kami perlu bekerja keras lagi,” imbuhnya.
Tavares juga menyoroti durasi tambahan waktu yang dinilainya tidak sebanding dengan banyaknya penghentian permainan sepanjang laga.
“Menganalisis pertandingan sekarang, saya rasa terlalu banyak waktu permainan yang terhenti namun hanya diberikan tambahan waktu lima menit. Ini mengecewakan. Saya rasa orang-orang perlu melihat hal ini,” tegas pelatih asal Portugal tersebut.
Sementara itu, pemain Persebaya asal Brasil, Bruno Moreira, mengakui hasil imbang ini bukanlah capaian ideal, terlebih Persebaya bermain di kandang sendiri dengan dukungan penuh suporter.
“Ini bukan hasil yang buruk, tapi juga bukan yang terbaik. Kami bermain di kandang di depan pendukung kami, jadi kami mengharapkan tiga poin malam ini,” kata Bruno.
Ia menegaskan seluruh pemain telah berusaha maksimal untuk mengamankan kemenangan, namun masih menemui kendala dalam penyelesaian akhir.
“Seperti yang dikatakan pelatih, setiap pemain sudah memberikan yang terbaik untuk mendapatkan tiga poin dan semua orang berlari kencang. Namun, kami perlu menemukan cara untuk mencetak gol, menjadi lebih baik, dan sekarang saatnya menegakkan kepala dan bekerja untuk pertandingan berikutnya agar lebih baik lagi,” pungkasnya.
Hasil imbang ini membuat Persebaya harus puas berbagi poin dengan Dewa United, meski sempat menguasai jalannya pertandingan di awal laga. (way/ted)






