Mojokerto (beritajatim.com) – Pelaku industri kuliner Kota Mojokerto sebanyak 64 orang mengikuti kurasi produk di Skywalk Mojopahit Alun-alun Kota Mojokerto. Kurasi dilakukan untuk seleksi produk yang nantinya akan diperdagangkan di Skywalk Mojopahit.
“Dari seluruh kios dan kontainer diharapkan produk-produknya adalah kuliner yang variatif. Tidak ada produk yang sama dan rasanya benar-benar memiliki pelanggan yang setia,” ungkap Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari saat meninjau kurasi produk.
Ika yang didampingi oleh Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag) menyampaikan, dengan adanya kurasi ini dapat memperkuat Kota Mojokerto sebagai kota wisata.
“Harapan kita Skywalk Mojopahit ini akan menjadi ikon, tidak hanya tempatnya yang menarik tapi justru kulinernya adalah kuliner unggulan Kota Mojokerto. Sehinga orang akan ketagihan untuk datang berwisata kuliner di Skywalk Mojopahit,” katanya.
Baca Juga: Wali Kota Mojokerto: Bentuk Generasi Unggul Tanggung Jawab Bersama
Wali Kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini menambahkan, kurasi produk dilakukan oleh profesional dalam bidang kuliner. Chef Farikh Makhfud dari Lamongan menilai dari rasa, harga, cara penyajian dan kemasan.
“Dan chef yang sudah kita hire untuk melakukan kurasi tersebut. Untuk menjadikan Kota Mojokerto sebagai Kota Wisata selain sentra kuliner yang telah disediakan, yang harus menjadi atensi bersama adalah kebersihan,” katanya.
Kepada calon pedagang, orang nomor satu di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto ini berpesan agar tetap menjaga kebersihan di Skywalk Mojopahit. Sehingga nantinya orang tidak akan jera untuk kembali berkunjung ke Kota Mojokerto.
“Jangan sampai banyak yang berwisata ke Kota Mojokerto namun tidak terjaga kebersihannya,” pesannya.
Kios yang ada di Skywalk Mojopahit ini disewakan dengan mulai dari Rp500 ribu hingga Rp1 juta per bulan. Selain kios juga ada kontainer yang disewakan dengan harga Rp750 ribu perbulan. [tin/beq]






