Surabaya (beritajatim.com) – Dalam rangka mendukung inisiatif pemerintah untuk beralih dari penggunaan bahan bakar minyak ke tenaga listrik, Ditlantas Polda Jawa Timur menggelar Mahameru Electric Vehicle Innovation yang di ikuti puluhan pelajar SMK di Jawa Timur berlomba untuk mengonversi sepeda motor fosil menjadi sepeda motor listrik. Mereka berlomba untuk merakit dan mengonversi sepeda motor berbahan bakar fosil menjadi sepeda motor listrik.
Nantinya penilaian mencakup tiga standar pengujian di antaranya seperti inovasi torsi dan keselamatan.
Selanjutnya proses konversi kendaraan konvensional ke kendaraan listrik harus memenuhi berbagai persyaratan termasuk perubahan nomor mesin tanpa mengubah nomor rangka. Nomor mesin yang baru akan otomatis terdaftar di kementerian ESDM, selain itu hanya bengkel bersertifikat yang sesuai dengan kategori tertentu yang diperbolehkan melakukan konversi ini.
Selain merupakan kendaraan yang ramah lingkungan sepeda motor listrik juga hemat bahan bakar, untuk itu Polda Jatim juga mendukung konversi kendaraan fosil ke listrik dengan mempermudah proses pengurusan surat suratnya di kepolisian. Namun sepeda motor yang telah dikonversi harus memiliki bukti kepemilikan yang sah seperti STNK dan juga BPKB. [ian]






