Malang (beritajatim.com) – Sejumlah pelajar sekolah di Kabupaten Malang mengirimkan surat untuk Presiden Republik Indonesia Joko Widowo terkait Tragedi Kanjuruhan, Jumat (25/11/2022).
Sejumlah pelajar sekolah yang ada di Kecamatan Sumberpucung dan Kecamatan Kepanjen itu menulis surat langsung setibanya di Kantor Pos Cabang Kepanjen.
Menurut Susanto Setiawan, salah satu pengajar SMK Muhammadyah 5 Kepanjen, aksi menulis surat untuk Presiden Jokowi itu sebagai bentuk solidaritas para pelajar. Tak hanya persoalan hukum, namun juga rasa kemanusiaan mendasari para pelajar di aksi tersebut.
“Siswa dalam hal ini kami ajak untuk bisa merasakan kondisi ini secara umum, termasuk masalah kemanusiaan,” kata Susanto, Jumat (25/11/2022).
Kata Susanto, tragedi yang menewaskan 135 nyawa tersebut bukanlah tragedi biasa, melainkan preristiwa yang luar biasa. Sehingga perlu adanya banyak perhatian dari berbagai pihak.
Soal alasan kenapa para siswa diajak melakukan aksi kirim surat pada Presiden Jokowi? Susanto mengaku, agar para siswa ini bisa ikut serta menyampaikan aspirasi mereka dan ini merupakan salah satu pendidikan demokrasi.
“Jangan sampai anak-anak masih pelajar sudah dibungkam suaranya, itu hak mereka menyuarakan suaranya. Sebagai hak demokrasi warga negara, turutama pada sisi pelajar,” tegasnya.
Susanto melanjutkan, isi surat itu terluliskan tentang harapan anak-anak agar kasus yang menimpa ratusan korban, bisa di selesaikan dengan tuntas dan seadil-adilnya.
Ditempat sama, salah satu siswa SMK Negri 1 Kepanjen, Putra Rohidin menjelaskan, dirinya merupakan salah satu suporter Arema. Sehingga, merasakan betul dampak dari tragedi itu.
“Merasakan kesedihan juga, soalnya ada beberapa dari teman-teman kami yang jadi korban dalam tragedi Kanjuruhan,” beber Putra.
[berita-terkait number=”4″ tag=”tragedi-kanjuruhan”]
Dalam aksi tersebut, sebanyak 100 lembar surat yang ditulis para pelajar sekolah mereka kirimkan langsung ke Presiden Jokowi.
“Harapan kami semoga bapak Presiden bisa mendengarkan aspirasi kami untuk tragedi ini. Supaya bisa diusut setuntas-tuntasnya,” ujar Putra.
Terpisah, Kepala Kantor Pos Indonesia Cabang Kepanjen, Budiono menambahkan, karena pengiriman hari ini sudah melewati pukul 12.00 wib, maka pengirimanya memakai paket kilat khusus.
“Ini karena sudah melewati jam 12.00, kita pakai yang kilat khusus ke Jakarta. Waktunya kurang lebih antara 2 sampai 4 hari,” papar Budiono.
Dia menyebut, berbeda dengan aksi sebelumnya yang dilakukan oleh rekan-rekan Aremania Korwil Kepanjen, yang hanya membutuhkan waktu hanya satu hari sampain tujuan.
Untuk biyaya pengirimannya sendiri, Budiono juga akan membebaskan uang pengiriman kepada para pelajar tersebut.
“Biaya pengiriman ini Rp.26 ribu, kita bantu lagi. Harapanya apa yang sudah diperjuangkan teman-teman Aremania bisa terwujud dan terlaksana,” Budiono mengakhiri. (yog/ted)






