Gresik (beritajatim.com) – Kreativitas pelajar asal Gresik, Rastiti Puji Pratiwi (10) patut diacungi jempol. Di usianya yang sangat muda, siswi yang tinggal di Perum Safira Regency Menganti, Gresik, menghabiskan waktunya bukan untuk bermain, melainkan menanam ratusan sayuran kemudian dibagikan ke masyarakat dan puskesmas.
Berkat tangan dinginnya, Rasti sapaan akrabnya, menyulap lahan ukuran 5×6 meter dipenuhi ratusan tanaman berbagai jenis sayuran. Setiap pagi, sebelum berangkat sekolah Rasti selalu menyempatkan diri merawat tanaman itu.
Dari kecintaannya terhadap tanaman, siswi kelahiran 2012 ini ingin yang dia makan tidak ada kandungan kimia. Untuk itu, dirinya memanfaatkan bahan-bahan organik untuk membuat kompos. Mulai dari sisa sayur di dapur, daun-daun kering, hingga mendapat setoran daun kering dari tukang sapu komplek perumahan. Maklum, tukang sapu sudah hapal yang diinginkan Rasti.
Dari bahan organik itu, dirinya mengolah menjadi kompos. Setelah jadi, digunakan pada tanaman baru atau dibagikan ke masyarakat. Sayuran hijau yang ditanamnya sudah siap pakai. Selain sayuran, Rasti juga menanam
seledri, tomat, kacang panjang, cabai, gambas, kangkung, bayam, jeruk, hingga blimbing. “Saya sangat suka makan sayur. Terus juga suka sama tanaman, enak dilihat mata apalagi ditanam sendiri,” ujar Rasti, Senin (1/8/2022).
[berita-terkait number=”3″ tag=”sayuran”]
Saat ini, Rasti sudah memiliki 1.700 polibek yang ditanami beragam tanaman. Tapi yang ada di halaman rumahnya tinggal ratusan saja. Pasalnya, tanaman lainnya sudah dibagi-bagikan ke puskesmas. Bocah 10 tahun ini ingin tanamannya bermanfaat untuk orang banyak. Apalagi dengan pupuk organik, tanaman memiliki nutrisi yang lebih baik. “Bibitnya kebanyakan dibuat sendiri,” ungkapnya.
Selain polibek, Rasti juga memanfaatkan botol-botol bekas minuman untuk media tanam. Terlihat, botol-botol bergelantungan di setiap sisi pagar rumah itu. Ada sekitar 125 botol plastik yang dia gunakan untuk menanam. Uniknya, setiap orang bertamu ke rumah Rasti, tanaman sayur atau hasilnya diberikan oleh Rasti sebagai oleh-oleh.
“Kadang diberi tanaman, atau manisan tomat, cleguk think ting. kemben think ting. Itu yang ada
dalam minuman dari rempah-rempah sudah dikemas dalam botol. Ini untuk oleh-oleh belum diperjual belikan,” pungkas Rasti. [dny/suf]






