Jombang (beritajatim.com) – Seorang pejalan kaki di Sumobito Jombang Jawa Timur tewas tertabrak kereta api Turangga jurusan Surabaya – Bandung, Senin (25/8/2025) sekitar pukul 20.42 WIB.
Kejadian berlangsung di rel kereta api KM 72+3/4, tepatnya di Dusun Balongrejo, Desa Badas, Kecamatan Sumobito, Jombang. Korban yang diketahui bernama Saderi, seorang wiraswasta kelahiran 24 April 1954.
Ceritanya, saat itu Saderi berjalan kaki dari arah gang menuju selatan dan menyeberang rel kereta api. Pada saat yang bersamaan, kereta api Turangga melintas dari arah timur menuju barat dengan nomor KA 11 dan lokomotif CC2061334.
Dari laporan yang diterima, masinis kereta api, Zahrul Fadli, bersama asistennya Budi Irawan, tidak dapat menghindari kecelakaan tersebut. Akibat benturan keras, korban terpental sejauh 20 meter.
Saksi mata, Alika Hamdi, yang bertugas sebagai penjaga palang pintu kereta api di sekitar lokasi kejadian, mengkonfirmasi bahwa kereta api tidak dapat dihentikan dalam jarak dekat. Korban kemudian langsung dievakuasi ke RSUD Jombang untuk proses visum.
Dalam laporan yang dikeluarkan oleh Polsek Sumobito dengan nomor LP/G/05/VIII/2025/SPKT/POLSEK SUMOBITO/POLRES JOMBANG/POLDA JAWA TIMUR, Kapolsek Sumobito AKP Bagus Tejo Purnomo menegaskan bahwa pihak kepolisian segera melakukan langkah-langkah tindak lanjut, termasuk mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), melakukan evakuasi korban, dan mencatat keterangan saksi-saksi.
Kecelakaan ini menjadi perhatian serius karena kereta api yang melintasi kawasan tersebut membawa dampak besar bagi masyarakat sekitar. “Kami mengimbau agar masyarakat selalu berhati-hati saat melintas di jalur kereta api, serta meningkatkan kewaspadaan di perlintasan yang rawan kecelakaan,” pungkas Bagus Tejo. [suf]






