Tulungagung (beritajatim.com) – Para pegiat serta pemangku budaya di Kabupaten Tulungagung bersama-sama mendorong masyarakat untuk memilih pemimpin terbaik. Salah satunya dengan melihat rekam jejak dari setiap calon pemimpin.
Ajakan tersebut muncul dalam kegiatan Jagongan Budaya bertajuk “Meneropong Masa Depan Jaminan Hukum atas Keragaman Budaya dan Spiritualitas di Indonesia” yang digelar di Pendopo Griyajar Budaya Ngantru, Kabupaten Tulungagung, Rabu malam (4/9/2023).
Diskusi ini menghadirkan tiga narasumber yang mewakili rumah budaya dan organisasi-organisasi spiritual. Mereka adalah Pimpinan Giryajar Budaya Tulungagung Ki Jliteng Sukono, Pimpinan Rumah Budaya Kuda Bhirawa Ki Surojo, dan Pimpinan Pondok Pesantrean Albadru Alaina, Tulungagung, Romo Kiai Amu Sugito.
Pimpinan Griyajar Budaya Tulungagung, Ki Jliteng Sukono, menyatakan, masyarakat mendukung tokoh nasional yang berkomitmen kuat pada penegakan hukum serta perlindungan kepada kelompok spiritual dan kepercayaan tampil dalam bursa kepemimpinan nasional. Dia menyebut secara eksplisit, salah satunya tokoh tersebut adalah Mahfud MD, Menko Polhukam.
“Pemimpin nasional harus merupakaan tokoh yang memiliki rekam jejak panjang, memiliki kepedulian atas kekayaan budaya di Indonesia, dan berkomitmen untuk melindunginya,” ujar Ki Jliteng Sukono.
BACA JUGA:
Pasar Buah Banyakan Terancam Jalan Tol Kediri – Tulungagung
Dengan melihat rekam jejak tokoh, Sungkono yakin sosok Mahfud MD layak dipertimbangkan jadi salah satu kandidat calon presiden maupun calon wakil presiden Indonesia.
Pada kesempatan yang sama, Pemimpin Rumah Budaya Kuda Bhirawa, Ki Surojo juga melihat sosok Mahfud MD memiliki kapasitas serta komitmen besar melindungi keberagaman budaya sekaligus ekspresi spiritualitas di masyarakat. Dia bahkan menyebut Mahfud MD telah mengabdikan hampir seluruh hidupnya untuk membangun penegakan hukum dan Hak Asasi Manusia.
“Figur seperti inilah yang dibutuhkan oleh Indonesia di masa depan, dan dengan begitu Prof. Mahfud harus didorong untuk mau dipromosikan menempati bursa Calon Wakil Presiden yang masih terbuka,” kata dia.
Sedangkan Pimpinan Pondok Pesantrean Albadru Alaina, Tulungagung, Kiai Amu Sugito. mengamini pendapat dari dua tokoh tersebut. Tetapi, dia mengimbau masyarakat untuk lebih aktif menentukan masa depan Indonesia, dengan menyalurkan suara memilih calon pemimpin yang diperlukan Indonesia.
BACA JUGA:
Gubernur Jatim Lantik Heru Suseno Sebagai Pj Bupati Tulungagung, Ini Pesannya
“Intinya, seorang pemimpin harus memiliki visi yang kuat dalam melindungi dan memajukan kekayaan budaya Indonesia, tidak terkecuali kekayaan budaya spiritual,” ungkap dia.
Dalam Jagongan Budaya tersebut, para tokoh pemangku Budaya se-Tulungagung juga menganggap penting untuk mendorong masyarakat memberi dukungan atas upaya mencari pemimpin terbaik bagi Indonesia di masa depan. Khusus dalam konteks ini, masyarakat perlu didorong untuk lebih cerdas dan mampu berperan besar dan menyeleksi dan mengusulkan figur-figur yang tepat untuk mengisi kepemimpinan nasional yang dianggap mampu menjaga keragaman budaya, nilai-nilai luhur, dan persatuan Indonesia. [owi/beq]






