Malang (beritajatim.com) – Peduli Bumi, Pemerintah pusat maupun daerah betul-betul memperhatikan kondisi ruang terbuka hijau (RTH) pada setiap wilayah.
Bahkan, mereka juga menggencarkan kegiatan penanaman pohon sebagai bentuk penghijauan.
Hal tersebut juga menyentuh perhatian dari Miftachur ‘Ben’ Robani. Pria asal Semarang ini kemudian mendirikan usaha rintisan yang diberi nama LindungiHutan.
“Awal membangun bisnis ini, hanya tiga orang saja. Apalagi, sambil kuliah. Sehingga, profitnya saat itu masih sangat kecil,” kata pria yang akrab disapa Ben ini.
Meski demikian, Ben mengaku sangat senang menjalankan usahanya tersebut. Sebab, ia bersemangat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan penghijauan demi menjaga bumi.
“Saya senang melakukannya walau dengan gaji yang minim saat itu. Hasilnya, sekarang, kami bisa berkembang hingga saat ini sudah ada 35 karyawan,” papar dia.
Baca Juga: Startup LindungiHutan, Fokus Penghijauan Lingkungan
Saat mendirikan usahanya, Ben mendapat tantangan. selain dari resource karyawan, juga dari sisi campaign yang dilakukan.
“Kami berfokus pada mengajak menghijaukan bumi. Sistem kami juga membesarkan local hero (semisal udah ada) agar lebih berkembang lagi,” papar lulusan pascasarjana Sistem Informasi ini.
Pada kesempatan tersebut, ia juga berpesan kepada anak muda untuk mencari suatu pekerjaan yang menantang.
“Jangan cari cara gampang dengan cara menyalahkan orang lain dan menunggu orang lain berbuat sesuatu. Padahal kita bisa melakukan perubahan sekecil apapun. Ini akan lebih baik daripada tidak sama sekali. InsyaAllah jika ada satu orang yang berpikiran sama maka perbuatan baik akan lebih besar lagi dampaknya,” tandas dia. (ted)
[berita-terkait number=”3″ tag=”showup”]
=====================
Konten Kerjasama beritajatim.com dengan Ngalup Collaborative Network
Ngalup Coworking Space yang saat ini bertransformasi menjadi Ngalup Collaborative Network, adalah wadah bagi para talent, stakeholders, dan berbagai lini bisnis untuk kolaborasi dan berjejaring. Kami menyadari kebutuhan akan perubahan dan tantangan zaman yang semakin berkembang, menjadikan Ngalup tidak hanya sebagai tempat melainkan fasilitator.






