Surabaya (beritajatim.com) – Bertahan ditengah pandemi tidaklah mudah, terutama bagi pelaku usaha mikro yang mengantungkan usahanya pada wisatawan. Salah satunya adalah pemilik usaha kerupuk ikan Risma di pantai Kenjeran Surabaya.
Berkali-kali Surabaya menerapkan PPKM dengan level tinggi membuat sejumlah tempat wisata di Kenjeran pun masih ditutup. Akibatnya jumlah wisatawan pun menurun tajam. Dampaknya penjual kerupuk ikan yang ada disepanjang jalan di Kenjeran menjadi nelangsa.
“Jangan ditanya lagi tentang omset. Sudah berdarah-darah rasanya sejak awal pandemi,” ungkap Anafia, penerus usaha Risma Kerupuk Ikan Kenjeran, disela acara Mantriku BRI, Jumat (6/3/2022).
[berita-terkait number=”4″ tag=”BRI”]
Sulitnya penjualan saat pandemi membuat Anafia bersama 2 orang adiknya pun harus turun tangan membantu promosi kerupuk ikan mereka. Salah satu upaya yang mereka lakukan dengan menjual kerupuk ikan melalui platform belanja online serta promosi di Sosial Media.
“Namun hasilnya belum maksimal. Hanya 30 persen saja dari omset sebelum pandemi. Tetapi itu lumayan membuat kami bisa sedikit bertahan hidup,” bebernya.
Anafia hanya berharap pemerintah Surabaya bisa segera membuka wisata di Kenjeran sehingga wisatawan lokal bisa kembali datang tanpa was-was.
“Beruntung ada mantri dari BRI yang hampir setiap pekan datang ke tempat usaha kami. Sekadar memberi semangat dan ide-ide penjualan agar bertahan ditengah pandemi ini,” kenangnya.
Salah satunya dengan mengajak Anafia ikut dalam bazar kluster yang digelar BRI di kantor wilayah Surabaya. Sehingga peluang pasar menjadi lebih terbuka.
Para Mantri BRI memang memiliki tugas untuk mengembangkan potensi pelaku UMKM di cluster tempat mereka ditugaskan. Salah satunya menawarkan berbagai solusi bisnis dan inovasi untuk UMKM binaan BRI.
“Para Mantri kami siap membantu bahkan membuat cluster UMKM baru agar masyarakat bisa lebih berdaya dengan UMKM. Karena kita tahu hanya UMKM yang mampu bertahan dari krisis,” sela Doddy Koesharsanto Regional Head Micro Banking Surabaya.
Kehadiran para Mantri BRI telah membantu 20 ribuan UMKM Di Jatim untuk bangkit. [rea]






