Mojokerto (beritajatim.com) – Upaya membangun hubungan yang lebih manusiawi dan berkeadilan terus dilakukan Lembaga Pemasyarakata (Lapas) Kelas IIB Mojokerto.
Salah satu terobosannya adalah kegiatan ‘Mecel Bareng Warga Binaan’ yang kembali digelar, Jumat (18/7/2025) dan dipimpin langsung Kalapas Rudi Kristiawan.
Dengan konsep santai dan tanpa sekat, Kalapas duduk lesehan bersama warga binaan menikmati sarapan pecel sederhana. Lebih dari sekadar makan bersama, kegiatan ini menjadi ruang dialog terbuka antara petugas dan warga binaan untuk menyampaikan aspirasi, keluhan, hingga saran secara langsung.
“Kami ingin menghadirkan suasana yang setara. Di sini, tidak ada sekat antara petugas dan warga binaan. Menu pecel sengaja dipilih karena lekat dengan nuansa rumahan. Harapannya, warga binaan bisa merasa lebih dekat secara emosional dan terbantu secara psikologis dalam menjalani masa pidana,” ungkapnya.
Masih kata Kalapas, semua yang hadir adalah manusia yang sama-sama ingin berubah menjadi lebih baik. Menurutnya, pendekatan pembinaan yang humanis adalah kunci menciptakan lingkungan lapas yang kondusif dan bebas dari kekerasan.
Ia menekankan pentingnya sikap saling menghormati, baik antar sesama warga binaan maupun antara warga binaan dan petugas.
“Etika dan kesantunan adalah modal awal menuju perubahan. Kita ingin warga binaan keluar dari sini menjadi pribadi yang lebih baik, siap kembali ke tengah masyarakat. Kegiatan semacam ini akan terus dilakukan secara berkala sebagai bagian dari pembinaan partisipatif,” katanya.
Selain mendekatkan petugas dengan warga binaan, juga menjadi sarana efektif untuk menyerap masukan guna meningkatkan layanan pemasyarakatan. Lapas Kelas IIB Mojokerto terus berkomitmen melaksanakan pembinaan yang tidak hanya fokus pada aspek hukum, tetapi juga menyentuh nilai-nilai kemanusiaan. [tin/ted]






