Mojokerto (beritajatim.com) – Satu unit truk gandeng muatan jagung dengan nomor polisi L 9621 UC terguling di Jalan Raya Trowulan, Dusun Tlogo Gede, Desa Trowulan, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jumat (2/12/2022). Akibatnya, muatan jagung tumpah memenuhi Jalan Nasional Surabaya-Madiun.
Diduga truk terguling setelah mengalami pecah ban saat hendak diminta petugas Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Trowulan untuk masuk Jembatan Timbang Trowulan. Sopir banting setir ke kanan setelah diminta petugas masuk Jembatan Timbang Trowulan.
Akibatnya, truk gandeng muatan jagung tersebut lompat marka jalan dan terguling. Kendaraan yang melintas diarahkan masuk ke Jembatan Timbang Trowulan untuk menghindari kemacetan.
Tampak petugas dari Unit Laka Lantas Polres Mojokerto bersama petugas UPPKB Trowulan mengatur arus lalu-lintas. Sementara sejumlah petugas dibantu warga mengevakuasi muatan truk yang tumpah ke jalan sembari menunggu petugas dari bengkel untuk memotong sambungan truk gandeng.
Proses evakuasi berjalan lama lantaran petugas bengkel yang datang cukup lama. Setelah berhasil memutus sambungan truk gandeng, mobil derek pun kesulitan menarik bangkai truk gandeng. Sehingga petugas harus menghentikan truk besar untuk menarik bangkai truk.
“Truk dari arah Surabaya, ada petugas meminta untuk masuk timbangan. Sebelumnya di stop petugas, kemungkinan sopir tidak mau masuk timbangan. Mungkin kenceng, sempat geger (bertengkar). Alhamdulillah tidak ada, yang tertimpa,” tutur salah satu warga, Suwarti (50).
Pengendara hanya sendiri. Sebelum terguling, terdengar suara keras diduga truk mengalami pecah ban dan naik marka jalan. Pengendara langsung keluar dari truk dan menghampiri petugas dan sempat ramai dengan petugas lantaran sebelumnya terguling dihentikan petugas.
Pengemudi truk gandeng, Muhammad Yunus (29) warga Desa Karangandong, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik mengaku, mengambil jalan lurus lantaran kendaraan lain tak dihentikan petugas. “Spion truk saya sebelah kanan dipukul. Saya banting setir ke kanan,” ungkapnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”Mojokerto”]
Sementara itu, petugas UPPKB, Anggianto Siregar membantah, petugas memukul spion truk gandeng saat menghentikan pengendara. “Di sana, ada satu petugas mengarahkan ke kiri untuk masuk (Jembatan Timbang Trowulan). Di sini ada dua petugas sama dikasih water barrier,” katanya.
Di depan truk gandeng, lanjut petugas, kondisi jalan kosong tidak ada kendaraan. Menurutnya, seharusnya saat diarahkan petugas untuk masuk Jembatan Timbang Trowulan, pengendara mengikuti. Namun pengendara truk gandeng tetap melajukan kendaraannya.
“Dia ngotot tidak mau masuk. Akhirnya dia jalan zig-zag karena sempat belok ke kiri, petugas mau ditabrak. Akhirnya dia banting setir ke kanan, ban kiri meletus dan langsung terguling. Kita tidak memukul, kita mengarahkan pakai stik otomatis kena body truk samping, buka spion,” ujarnya.
Menurutnya, pengendara truk gandeng hanya melakukan pembelaan dengan mengatakan jika petugas memukul spion. Petugas UPPKB Trowulan saat kejadian melakukan operasi sosialisasi pengarahan kendaraan dengan tujuan muatan tidak overload dan jika surat-surat tidak ada agar dilengkapi.
“Seharusnya truk masuk, semua kendaraan yang membawa muatan harus masuk (Jembatan Timbang Trowulan). Apalagi muatan barang, harus masuk. Mungkin tadi kecepatannya sampai 60 km/jam, kelihatannya muatannya, ada 40 ton,” jelasnya. [tin/beq]







