Surabaya (beritajatim.com) – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Surabaya meresmikan posko gotong-royong pemilu jujur dan adil (jurdil). Posko ini untuk mengawal pemilu 2024 mendatang jauh dari intimidasi.
“PDI Perjuangan ingin agar Pemilu 2024 jauh dari intimidasi dan juga bisa berjalan dengan jujur dan adil atau jurdil,” kata Wasek PDIP Surabaya, Achmad Hidayat, Senin (20/11/2023).
Achmad menjelaskan posko tersebut juga dipergunakan sebagai pusat kegiatan masyarakat untuk memberikan partisipasi dalam proses pemilu dan edukasi untuk menghindari money politik. Hingga melaporkan gejala kecurangan Pemilu.
“Selaras dengan bu Mega supaya kita tidak takut menyuarakan kebenaran hati nurani untuk menjamin proses demokrasi berjalan dengan baik,” kata Achmad.
Achmad menyebut hingga Minggu (19/11/2023) malam, pihaknya telah meresmikan sejumlah posko gotong- royong pemilu jurdil di pelosok kampung padat penduduk wilayah kelurahan Kedungdoro, Kemayoran, Dupak dan Kelurahan Simokerto.
Achmad mengatakan masyarakat sangat antusias terhadap posko gotong-royong Pemilu Jurdil ini. Bahkan, ada yang sukarela rumahnya dijadikan posko pemilu 2024 jurdil ini.
BACA JUGA:
Atikoh Ganjar Pranowo Kembali Finish Full Marathon 42KM
“Ini menunjukkan masyarakat sadar dan memiliki suasana Kebatinan yang sama bahwa kepentingan pemilu 2024 sebagai ajang memilih pemimpin harus berjalan sesuai kaidah demokrasi, tanpa rekayasa konstitusi dan intimidasi,” ujar mantan aktivis GMNI ini.
Sementara, Teguh Hariyanto, koordinator posko gotong-royong pemilu Jurdil di Kampung Kaliasin mengungkapkan bahwa masyarakat sangat semangat dan antusias untuk turut mengawal proses demokrasi berjalan sesuai kaidahnya. Selain itu, posko tersebut juga akan sebagai wadah penyaluran aspirasi masyarakat.
“Kami akan gunakan posko ini sebagai wadah penyaluran aspirasi masyarakat terkait dengan proses pemilu supaya dapat berjalan jujur dan adil agar melahirkan pemimpin yang bersih serta bertanggung jawab,” kata dia.
BACA JUGA:
Ganjar Creasi Ajak Diskusi Generasi Milenial dan Gen Z
Dia juga menyampaikan bahwa di dirikannya posko gotong-royong pemilu Jurdil di Kelurahan Simokerto sebagai bentuk kedaulatan rakyat dalam proses demokrasi.
“Kita tidak ingin diintervensi dan di intimidasi. Kita ingin memilih dengan nurani serta sesuai konstitusi,” pungkas dia. [asg/but]






